Sosialisasi Usia Dini Mengenai Bahaya Sampah Plastik

Isu sampah plastik saat ini menjadi salah satu isu lingkungan yang tengah ramai dibicarakan. Guna memerangi sampah plastik tersebut berbagai pihak mulai dari pemerintah hingga swasta ikut mengkampanyekan bahaya sampah plastik terutama kepada anak-anak semenjak usia dini. Hal ini seperti yang dilakukan di SDN Cibatu 03, SDS Ekklesia Lippo Cikarang dan SD Don Bosco Cikarang. Di ketiga sekolah tersebut, para siswa diberikan penyuluhan dan juga sosialisasi penggunaan plastik berikut dengan bahaya dibalik plastik yang memiliki sifat sulit terurai.

“Anak-anak diberitahu mengenai gambaran bahaya dari penggunaan plastik yang tanpa terkendali terhadap lingkungan. Setidaknya dengan cara ini, wawasan mereka akan semakin bertambah mengenai bahaya dari penggunaan plastik,” kata Murida, salah seorang guru di SD Don Bosco Cikarang pada kegiatan Lippo Cikarang Mengajar kali ini yang fokus pada penyuluhan dari bahaya penggunaan plastik.

Sosialisasi Usia Dini Mengenai Bahaya Sampah Plastik
Sosialisasi Usia Dini Mengenai Bahaya Sampah Plastik

Menurut dia, tingginya penggunaan sedotan plastik sangat berdampat pada kerusakan lingkungan karena sulitnya sedotan terurai. Penggunaan sedotan plastik merupakan salah satu jenis barang berbahan plastik yang paling dekat dengan anak-anak sekolah terutama tingkat SD sehingga kegiatan ini sangat tepat sasaran.

Sosiawan Putra, Public Relation PT Lippo Cikarang Tbk mengatakan bahwa kegiatan tahun ini tidak hanya memberikan informasi kepada anak-anak mengenai profesi juga berfokus pada edukasi mengenai penggunaan plastik di lingkungan sekitar para siswa. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengurangan sampah plastik nantinya.

Putra menjelaskan bahwa program ini telah menyasar beberapa sekolah di Kabupaten Bekasi. Target utamanya adalah murid-murid sehingga mereka dapat paham mengenai dampat negatif dari penggunaan plastik ini terlebih penanaman seperti ini lebih bermanfaat jika dilakukan di usia dini.

“Kami ingin anak-anak dapat mengurangi pemakaian plastik di lingkungan sekolah. Jajanan sekolah masih banyak yang menggunakan kemasan berbahan plastik. Dengan memberikan pemahaman ini kami berharap tentunya anak-anak dapat lebih terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan dari usia dini,” kata Putra.

Sosialisasi Usia Dini Mengenai Bahaya Sampah Plastik
Sosialisasi Usia Dini Mengenai Bahaya Sampah Plastik

Menurut Putra, sosialisasi memerangi sampah plastik ini menjadi penting karena mengingat sampah plastik ini telah menjadi ancaman nyata bagi pemerintah dan masyarakat. Kementerian LHK bahkan menyebutkan bahwa saat ini level sampah plastik di Indonesia telah menyentuh angka yang sangat mengkhawatirkan.

Berdasarkan data dari Kementerian LHK sendiri menyebutkan bahwa jumlah sampah plastik di Indonesia telah meningkat dalam 1 tahun terakhir. Sejak tahun 2002 hingga 2016 terdapat peningkatan sampah plastik mencapai 5 persen. Peningkatan sampah plasti meningkat dari 11 persen menjadi 16 bahkan dibeberapa kota terutama kota besar telah menyentuh 17 persen.

Pemerintah sendiri telah menetapkan target dalam pengelolaan sampah plasti yang diharapkan dapat terjadi pengurangan hingga 30 persen dan mencapai 70 persen pada 2025 nanti.