Psikolog: Beasiswa Jalur Prestasi YouTuber Baik untuk Anak

Sejumlah Perguruan Tinggi seperti STKIP Bina Bangsa Getsempana (STKIP BBG) Banda Aceh dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta memberikan beasiswa jalur prestasi melanjutkan kuliah bagi seorang Youtuber.YouTuber merupakan gelar yang belakangan ini disematkan untuk pembuat konten atau content creator di platform YouTube. Umumnya, seorang YouTuber memiliki sejumlah pengikut dan videonya ditonton oleh banyak orang.Pemberian beasiswa jalur prestasi bagi YouTuber ini memunculkan sejumlah pertanyaan seperti bisa-kah YouTuber dianggap sebagai prestasi?Psikolog anak dan remaja Kantiana Taslim mengatakan, pemberian beasiswa jalur prestasi ini muncul karena perkembangan yang pesat dalam dunia teknologi, pendidikan, dan karier di masa depan.
Tren karier diprediksi berkembang dari tahun ke tahun. Tren pekerjaan di masa depan berubah dari berbasiskan pensil dan kertas menjadi kerja digital, jam dan tempat kerja yang lebih dinamis juga fleksibel, serta tugas-tugas yang karakteristiknya lebih kepada proses kreatif. Salah satu contoh tren pekerjaan yang turut berubah menuntut ragam karakter di atas adalah membuat konten kreatif, termasuk salah satunya pada platform YouTube.”Menilai dari relevansi tren yang berkembang, seseorang yang dapat membuat konten media yang baik, kreatif, inovatif, dan orisinal, tentunya merupakan sebuah kemampuan dan pencapaian yang tidak dapat disepelekan,” kata Kantiana kepada Kabarberita.Kantiana menjelaskan, untuk membuat suatu konten yang baik, relevan, dan menarik, diperlukan fungsi kognitif, daya analisa, kreativitas, dan proses berpikir yang strategis. Dibutuhkan pula pengambilan keputusan dan solusi praktis, serta wawasan yang luas.
Untuk memiliki semua keahlian ini, menurut Kantiana, pendidikan adalah kuncinya. Berbagai kemampuan dan proses kognitif tersebut mesti dikembangkan dan diasah, salah satunya melalui pendidikan formal. Oleh karena itu, pendidikan formal tak bisa dikesampingkan.”Dengan pendidikan formal yang baik, anak akan terbiasa untuk berpikir secara sistematis dan memiliki kredibilitas yang baik untuk berbagai bidang kerja yang nantinya akan ditekuni, sehingga aspek pendidikan akademis tetap merupakan suatu hal yang penting untuk dimiliki,” ucap Kantiana yang merupakan konselor di Personal Growth.Kantiana menilai, membuat konten yang berwawasan dan original, sama halnya dengan kemampuan dan minat dalam matematika, alam, musik, seni, olahraga, bahasa, dan sosial. Di sinilah peran orang tua dan pendidik untuk mengembangkan potensi anak dan mengapresiasinya.”Jika beasiswa yang terstandardisasi dalam bidang olahraga bisa diberikan, tentunya beasiswa untuk jalur seni, media, dan berbagai bidang lain juga patut dipertimbangkan,” ujar Kantiana.
Pemberian beasiswa jalur prestasi bagi YouTuber ini dinilai dapat memberikan dampak psikologis kepada anak. Salah satunya anak termotivasi untuk menciptakan konten yang edukatif, berwawasan, kreatif, dan bermanfaat bagi banyak orang. Kantiana menyarankan perlu kriteria pencapaian yang spesifik dan berbagai softskill sebagai syarat untuk memperoleh beasiswa tersebut.
“Anak-anak yang ingin mengejar beasiswa tersebut akan tersaring dengan baik dan termotivasi untuk mengembangkan kemampuan dirinya,” pungkas Kantiana.