Perubahan pola pikir yang menggunakan “Gadget” untuk bekerja

Akhir-akhir ini banyak orangtua cemas melihat anak mereka asyik main gawai berjam-jam.Membuat batasan durasi waktu merupakan cara yang biasanya diterapkan agar anak tidak kecanduan gadget. Sebenarnya cukup beralasan jika orangtua membuat batasan penggunaan gadget seperti itu karena kebanyakan masyarakat termasuk anak-anak masih memanfaatkan gadget hanya untuk bermain ketimbang membuat sesuatu yang kreatif.Selama ini masyarakat Indonesia lebih banyak menjadi konsumen teknologi dan belum menjadi inovator atau pencipta. Tetapi,sangat disayangkan yang sering kita temui justru banyak anak dan orangtua sama-sama tidak tahu bagaimana caranya menggunakan gawai secara benar. Salah satunya melalui aplikasi-aplikasi pemrograman yang memungkinkan anak merancang sebuah perangkat lunak sederhana.Mereka akan kecanduan (gawai), tetapi dengan perspektif yang baru, yaitu produktif menciptakan sesuatu. Hal yang perlu kita lakukan di sini adalah mengubah pola pikir anak-anak yang sebelumnya adalah pengguna aplikasi menjadi pencipta aplikasi. Perubahan pola pikir menjadi langkah awal dalam menyambut Revolusi 4.0.Melalui perubahan pola pikir, anak-anak pada akhirnya akan mencoba mencari aktivitas lain selain bermain gadget karena mereka menggunakan gadget untuk bekerja. Penggunaan gadget untuk bekerja akan membawa sikap bosan pada anak jika gadget juga dipakai untuk bermain. Oleh karena itu, menyambut Revolusi 4.0 yang didengungkan oleh Presiden Jokowi dapat dijawab dengan langkah pertama mengubah pola pikir anak yang sebelumnya hanya pengguna aplikasi dan program-program yang ada di gadget dan komputer menjadi pencipta aplikasi dan program.Dengan menciptakan aplikasi dan program baru, anak menemukan bahwa gadget juga mampu menciptakan sesuatu. Selain itu, pengenalan gadget kepada anak-anak sangatlah penting mengingat kebanyakan pekerjaan pada zaman sekarang dengan penghasilan layak selalu bersinggungan dengan penggunaan teknologi tinggi. Oleh karena itu, tidak dianjurkan jika sikap orangtua melarang penggunaan gadget untuk anak-anak. Hal itu justru menjadi penghalang bagi mereka untuk dapat mengikuti perkembangan zaman dan sulit untuk bersaing dengan negara-negara lain.Melarang penggunaan gadget akan mengurangi improvisasi mereka dalam menciptakan sesuatu. Keberhasilan negara-negara maju menguasai pasar dunia karena mereka mampu menguasai teknologi mutakhir. Bukan hanya itu, perusahaan-perusahaan start-up juga tumbuh menjamur di negara-negara maju. Oleh karena itu, tidak salah jika kita memulai mengenalkan gadget kepada anak-anak asalkan kita mampu mengarahkan mereka untuk menggunakannya secara positif.