Siswa Sidrap Akhirnya Dapat Melanjutkan Sekolah Di Bontang

Siswa Sidrap Akhirnya Dapat Melanjutkan Sekolah Di Bontang

Sebelumnya, siswa lulusan SD yang tinggal di Dusun Sidrap, Desa Martadinata, Kutai Timur was-was tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP Negeri di Bontang. Hal ini dikarenakan para peserta didik tersebut terkendal dengan peraturan Kementerian Pendidikan mengenai sistem zonasi karena dianggap warga luar kota yang hanya mendapatkan jatah 5 persen.

Akan tetapi, Dinas Pendidikan Bontang merasa bahwa peraturan zonasi tersebut tidak berlaku untuk anak-anak tersebut karena anak-anak tersebut bukanlah siswa pindahan dari luar kota. Siswa lulusan SD tersebut secara catatan tercatat menjadi siswa di SD di Bontang mengingat lokasi tempat tinggal mereka di tapal batas membuat mereka terdaftar di SD Negeri Bontang karena lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.

Siswa Sidrap Akhirnya Dapat Melanjutkan Sekolah Di Bontang
Siswa Sidrap Akhirnya Dapat Melanjutkan Sekolah Di Bontang

“Untuk anak-anak tersebut seharusnya tidak berlaku karena untuk yang dimaksud orang luar daerah itu adalah tempat tinggal dan sekolahnya itu dari luar daerah seperti SD terdaftar di luar daerah dan memang berasal dari luar daerah makan kategori tersebut berlaku,” jelas Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Bontang, Saparuddin.

Oleh karena itu dirinya akan mengakomodir anak-anak tersebut untuk melanjutkan pendidikan di beberapa SMP Negeri di Bontang terutama yang berada di zona C yaitu SMPN 5, SMPN 9 dan SMPN 4. Walaupun begitum Saparuddin memberikan persyaratan bagi anak-anak tersebut yaitu mereka hanya dapat mendaftar di SMPN yang berada di radius zona 2 karena zona 1 dimaksudkan untuk anak didik yang tinggal di zona C Bontang dengan radius tidak lebih 400 meter dari sekolah. “Nanti mereka bebas pilih antara SMPN 5, SMPN 9 atau SMPN 4,” kata Saparuddin.

Sebagai informasi, jalur zona 2 akan dibuka pada 1-5 Juli mendatang dengan seluruh pelajar yang masuk dalam zona C akan diperingkat berdasarkan nilai USBN untuk memperebutkan 90 persen dari total daya tampung sekolah.

Untuk 10 persen sisanya adalah merupakan siswa yang berasal dari jalur pelamar seperti prestasi dan perpindahan tugas orang tua dari daerah lain ke bontang.

Secara total, terdapat 504 kursi di zona C yang akan diperebutkan oleh 14 rombongan belajar. SMPN 4 memiliki kuota sebesar 180 sisa, SMPN 5 memiliki 216 siswa dan SMPN 9 memiliki kuota 108 siswa.

Fintech DanaRupiah Gandeng HACKTIV8 Untuk Bantu Pembiayaan Pendidikan

Fintech DanaRupiah Gandeng HACKTIV8 Untuk Bantu Pembiayaan Pendidikan

Dunia terus berubah setelah Revolusi Industri Di Inggris yang ditandai dengan ditemukannya mesin uap, saat ini dunia telah bersiap memasuki era industri 4.0 yang dimana ditandai dengan penggunaan teknologi diberbagai bidang. Industri 4.0 ini merupakan keadaan dimana banyak pekerjaan yang dulunya dilakukan oleh manusia akan digantikan oleh mesin dan robot.

Untuk menghadapi era seperti itu, pendidikan dan penguasaan teknologi yang baik akan menjadi faktor penentu bagi setiap negara. Melalui pendidikan, seseorang akan memiliki skill yang dibutuhkan pada zaman yang menuntut efektivitas dan efisiensi ini.

Indonesia yang telah digerbang pintu dari bonus demografi yang dimana akan memiliki angkatan kerja yang lebih besar dari angkatan pensiun harus mempersiapkan semua sumber daya manusianya untuk dapat bersaing pada era industri 4.0 ini.

Fintech DanaRupiah Gandeng HACKTIV8 Untuk Bantu Pembiayaan Pendidikan
Fintech DanaRupiah Gandeng HACKTIV8 Untuk Bantu Pembiayaan Pendidikan

Walaupun begitu, kenyataannya adalah Indonesia masih saja berkutat pada hal yang sama yaitu pendidikan selalu dinomor 2 kan. Angka putus sekolah masih menjadi masalah di dunia pendidikan. Tercatat 187.824 siswa di Indonesia mengalami putus sekolah karena berbagai alasan walaupun alasan paling utama adalah masalah ekonomi pada tahun ajaran 2017/2018. Sebanyak 73.000 merupakan siswa dari SMK yang dimana diharapkan akan menjadi ujung tombak dari sumber daya manusia Indonesia untuk menghadapi Industri 4.0.

Salah satu solusi yang dapat ditempuh adalah mencari alternatif pendidikan lain seperti kurus ataupun mengikuti pelatihan yang bersifat cepat dan langsung pada pokok pemasalahan akan tetapi hal tersebut juga tidak dapat membantu karena tersangkut masalah ekonomi dari masyarakat Indonesia yang sebagian masih hidup dibawah garis kemiskinan.

Mengenai hal tersebut, PT Layanan Keuangan Berbagai merasa perlu mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan pendidikan yang baik karena masalah biaya pendidikan yang semakin tinggi tiap tahunnya.

PT Layanan Keunagan Berbagai merupakan sebuah fintech yang memberikan pinjaman dana tunai dengan sistem peer to peer atau P2P.

Sistem ini membuat sang calon debitur dapat memperoleh pinjaman dengan bunga yang kompetitif dan mudah diakses oleh siapa saja berbeda dengan bank yang membutuhkan persyaratan yang rumit.

Direktur dari PT Layanan Keuangan Berbagai, Wahyu S. Ariyanto menjelaskan bahwa pihaknya ingin turut berpartisipasi dalam memajukan pendidikan nasional dengan cara berinvetasi pada sumber daya manusia dengan program DanaRupiah Pendidikan.

“Untuk mencapai target yang dimana semua anak Indonesia dapat mendapatkan pendidikan hingga minimal SMA atau SMK maka tentunya harus melewati beberapa proses dan kami sebagai fintech memiliki tugas untuk menjembatani hal ini,” katanya.

Oleh karena itu, perusahaan yang telah terdaftar di OJK ini meluncurkan layanan baru yang merupakan layanan pinjaman pendidikan untuk calon debitur uang ingin menuntut ilmu di lembaga pendidikan ana tetapi terkendala masalah biaya. Adapun lembaga pendidikan tersebut adalah lembaga pendidikan yang bersifat training dan pelatihan.

Untuk menjalankan program pinjaman pendidikannya tersebut, PT Layanan Keuangan Berbagi ini tidaklah bekerja sendiri akan tetapi mereka juga menggandeng partner lain yaitu institusi pendidikan non-forman yang bergerak di sektor IT, HACTIV8.

CEO HACTIV8, Ronald Ishak menjelaskan bahwa dirinya sangat menyambut kerjasama ini dengan tangan terbuka.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada DanaRupiah untuk kepercayaannya ini. Sebagai informasi, siswa yang lulus dari lembaga pelatihan kami semenjak berdiri pada tahun 2016 telah berjumlah 300 orang dan semuanya telah memiliki pekerjaan yang sesuai dengan apa yang mereka pelajari,” jelas Ronald.

Menurut Ronald hal tersebut merupakan HACKTIV8 untuk memenuhi tuntutan pasar tenaga kerja Indonesia yang menghendakati tenaga kerja dengan SDM yang mumpuni terutamanya pada bidang web developing yang merupakan bidang yang menjadi fokus dari HACKTIV8.

Saat ini siswa yang lulus dari HACKTIV8 tersebar diberbagai startup nasional seperti Tokopedia, Gojek dan Bukalapak bahkan beberapa mencoba peruntungan sendiri dengan memulai bisnis sendiri.

“Pemasalahan di lembaga kami adalah banyaknya siswa yang tidak dapat melanjutkan karena masalah biaya. Dengan kerjasama ini tentunya kami sangat berharap dapat membantu siswa kami untuk mengejar mimpinya,” kata Ronald.

Dinas Pendidikan Samarinda Berencana Menambah 3 SMP Baru

Dinas Pendidikan Samarinda Berencana Menambah 3 SMP Baru

Dinas Pendidikan Kota Samarinda meminta penambahan 3 sekolah baru untuk anggaran tahun 2019. Hal ini terjadi disebabkan pada pelaksanaan PPDB Zonasi yang dilaksanakan sebelumnya memperlihatkan kan bahwa Kota Samarinda kekurangan 3 sekolah.

Kepala Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Samarinda Barlin H.Kesuma menjelaskan bahwa penambahan 3 sekolah ini untuk menambah daya tampung sekolah bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah negeri.

“Peminat sekolah negeri tiap tahun itu meningkat. Saat ini masih kekurangan kelas sehingga kami meminta adanya penambahan 3 unit sekolah baru,” kata Barlin.

Dinas Pendidikan Samarinda Berencana Menambah 3 SMP Baru
Dinas Pendidikan Samarinda Berencana Menambah 3 SMP Baru

Dirinya mengatakan bahwa 3 sekolah baru tersebut merupakan Sekolah Menegah Pertama atau SMP yang dimana untuk menampung siswa Sekolah Dasar yang baru saja lulus di Samarinda.

“Pencarian alokasi sekolah itu, untuk 2 SMP dan 1 lagi akan dibangun sekolah yang baru,” ungkap Barlin.

Dirinya melanjutkan bahwa pemerintah Samarinda tengah mengusahakan untuk membangun unit sekolah baru untuk setiap tahun anggaran baru.

“Kami sedang mencari lokasi SMP buat anak-anak yang berdomisili di sekitar Jalan Gerilya, Damanhuri dan juga Merdekan,” katanya.

Satt ini Barlin mengatakan bahwa dirinya telah mendapatkan satu gedung yaitu bekas SMA Negeri 13 yang berlokasi di Jalan Damanhuri sebagai bagian dari alokasi sekolah baru.

Sekolah ini akan diperuntukan untuk anak-anak tingkat SMP yang tinggal di sekitar Jalan Damanhuri, Gerilya dan Merdeka.

“Alhamdulilah dapat 1 yaitu bekas SMA Negeri 13. Fasilitasnya sudah ada semuanya yaitu 5 kelas, 2 laboratorium dan 1 mushalla. Sekolah tersebut hanya perlu perbaikan karena kondisi bangunan yang rusak,” jelasnya.

Selanjutnya dirinya akan melaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan juga Walikota Samarinda.

“Ini akan dilaporkan kepada Kepala Dinas dan juga Pak Wali,” tutupnya.

4 Siswa SMP Pangkalpinang Berhasil Masuk 5 Besar UBNK Di Babel Tahun ini

4 Siswa SMP Pangkalpinang Berhasil Masuk 5 Besar UBNK Di Babel Tahun ini

Empat siswa Sekolah Tingkat Pertama atau SMP di Pangkalpinang berhasil mencatatkan namanya sebagai peringkat 5 besar tertinggi untuk UBNK di Provinsi Bangka Belitung yang baru saja selesai dilaksanakan.

4 Siswa SMP Pangkalpinang  Berhasil Masuk 5 Besar UBNK Di Babel Tahun ini
4 Siswa SMP Pangkalpinang Berhasil Masuk 5 Besar UBNK Di Babel Tahun ini

Peraih nilai tertinggi di Babel adalah Muhammad Jaisyu Rahman yang merupakan siswa dari SMP IT Albina dengan perolehan nilai mencapai 389,00. Peringkat kedua diisi oleh Ajeng Septa Ningrum yang berasal dari SMP 2 Pangkalpinang dengan nilai total 387,00. Peringkat ketika diraih oleh siswa yang berasal dari sekolah di luar kota Pangkalpinang dan untuk peringkat 4 dan 5 kembali diraih oleh siswa Pangkalpinang atas nama Alifa Rona Dewi yang bersekolah di SMP 2 Pangkalpinang dan Reynaldi Marshen yang berasal dari SMP Budi Mulia.

Kasi Kurikulum dan Penilaian Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pangkalpinang, Efendi mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya UBNK SMP tahun ini dan dirinya juga menganggap peroleh nilai tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu.

“Alhamdulillah 4 sisa kami tertinggi di Provinsi Babel ini. Menurut Kementerian Pendidikan secara nasional terdapat penurunan nilai UNBK akan tetapi Pangkalpinang berhasil meningkatkan sehingga patut untuk di syukuri,” katanya.

Secara rata-rata, peroleh SMP Pangkalpinang adalah 235,08 sedangkan MTS memperoleh 196,87. Untuk sekolah peraih nilai rata-rata tertinggi di Pangkalpinang adalah SMP Negeri 1 Pangkalpinang disusul oleh SMP Negeri dan SMP Budi Mulia di posisi ketiga. Untuk posisi ke-4 dan ke-5 diisi oleh SMP Kalam Kudus dan SMP Theresia.

Pendaftaran Sekolah Di Kabupaten Pesawaran Telah Menggunakan Sistem Online

Pendaftaran Sekolah Di Kabupaten Pesawaran Telah Menggunakan Sistem Online

Penerimaan Peserta Didik baru atau PPDB untuk tingkat sekolah dasar di Kabupaten Pesawaran saat ini telah mengimplementasikan sistem pendaftaran online. Hal ini diungkapkan oleh Kasi SD dan SMP Dinas Pendidikan Pembab Pesawaran, Suhairi ketika mendampingi Kepala Dinas Pendidikan Fauzan Suaidi di Dinas Pendidikan Pemkab Pesawaran.

“Mulai tahun ini proses penerimaan tingkat sekolah dasar mulai menggunakan sistem online,” ungkap Suhairi.

Menurutnya ini telah sesuai dengan peraturan yang berlaku saat ini. “Ini telah di wajibkan oleh Permendikbud karena nantinya data siswa secara otomatis akan masuk kedalam sistem Data Pokok Pendidikan,” ujar Suhairi.

Pendaftaran Sekolah Di Kabupaten Pesawaran Telah Menggunakan Sistem Online
Pendaftaran Sekolah Di Kabupaten Pesawaran Telah Menggunakan Sistem Online

Dirinya menambahkan bahwa pihak Dinas Pendidikan Pemkab Pesawaran telah mempersiapkan semua hal terkait sistem online ini. “Memang jika menggunakan sistem online, semua akan membutuhkan web ataupun aplikasi yang dibutuhkan koneksi internet. Kami tentunya harus mempersiapkan hal tersebut seperti daerah kepulauan terdapat pengecualian seperti tidak adanya jaringan internet yang membuat proses tidak bisa dilakukan secara online maka diperbolehkan untuk menggunakan sistem pendaftaran manual,” kata Suhairi.

Selain itu untuk mendukung program sistem online ini, dirinya telah menyiapkan semua SDM yang mumpuni di masing-masing sekolah. “Nah untuk masyarakat yang tidak dapat menggunakan internet atau tidak memiliki akses, kita juga menyiapkan operator khusus yang akan ditugaskan di sekolah untuk mendukung sistem online ini,” tambah Suhairi.

Dirinya pun menjelaskan bahwa hal ini akan berlaku untuk semua SD di Pesawaran. “Terdapat 301 SD yang akan menggunakan sistem online ini. Kami optimis sistem ini akan membuat proses penerimaan siswa menjadi lebih transparan dan dapat diawasi oleh masyarakat,” tutupnya.

Pemkab Garut Gabung 22 Sekolah Dasar Untuk Efisiensi

Pemkab Garut Gabung 22 Sekolah Dasar Untuk Efisiensi

Pemerintah Kabupaten Garut telah melakukan penggabungan terhadap puluhan sekolah dasar atau SD negeri yang berada di wilayah Kabupaten Garut. Proses penggabungan ini dieksekusi oleh Dinas Pendidikan Garut.

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Garut, Ade Manadin menjelaskan bahwa penggabungan ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi anggaran, saran dan prasaran pendidikan serta untuk mengejar target Delapan Standar Nasional Pendidikan Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Budaya.

Pemkab Garut Gabung 22 Sekolah Dasar Untuk Efisiensi
Pemkab Garut Gabung 22 Sekolah Dasar Untuk Efisiensi

“Hingga saat ini yang telah di gabung berjumlah 24 sekolah,” kata Ade.

Ade mengatakan bahwa penggabungan ini bukanlah tanpa alasan. Selama ini keberadaan sekolah tersebut dinilai tidaklah efektif karena tidak memiliki peserta didik yang cukup serta ditambah dengan sarana dan prasarana yang tidak mendukung membuat sekolah-sekolah tersebut seperti di anak tirikan.

Menurutnya, jika sekolah tersebut tetap dipertahankan maka hasilnya tetap tidak akan efektif. Bahkan Ade mengatakan bahwa dikhawatirkan sekolah-sekolah tersebut tidak akan dapat memenuhi batas minimum dari Delapan Standar Nasional Pendidikan Indonesia.

Dirinya menambahkan bahwa 24 sekolah yang digabung tersebut tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Garut di antaranya adalah Limbangan, Leles, Banjarwangi dan Pasirwangi.

“Penggabungan puluhan SD tersebut telah sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Budaya nomor 36 tahun 2014 mengenai Pedoman Pendirian, Perubahan dan Penutupan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah,” kata Ade.

Pemkab Garut Gabung 22 Sekolah Dasar Untuk Efisiensi
Pemkab Garut Gabung 22 Sekolah Dasar Untuk Efisiensi

Ade menyebutkan bahwa secara ideal seorang kepala sekolah tingkat SD harus memiliki 672 siswa di sekolahnya yang dibagi menjadi 6 tingkat.

“Idealnya itu adalah masing-masing kelas harus memiliki 28 peserta didik dengan komposisi masing-masing tingkat itu memiliki 4 grup atau kelas,” lanjut Ade.

Mengenai kerusakan dari sarana dan prasarana, Ade mengatakan bahwa jumlah dari keseluruhan SD yang berada di Garut saat ini yang mencapai 1.587 sekolah hanya tersisa 30 persen yang belum diperbaiki dan ditargetkan paling lambat 2021 akan selesai semua.

“SD yang rusak tinggal 30% dan ditargetkan semua selesai tahun depan dengan catatan dana alokasi khusus yang dicairkan oleh pemerintah kembali sebesar Rp 66 miliar jika tidak maka paling lambat tahun 2021. Kami optimis tahun 2021 sudah tidak ada sekolah yang rusak lagi,” tutup Ade.

Sosialisasi Usia Dini Mengenai Bahaya Sampah Plastik

Sosialisasi Usia Dini Mengenai Bahaya Sampah Plastik

Isu sampah plastik saat ini menjadi salah satu isu lingkungan yang tengah ramai dibicarakan. Guna memerangi sampah plastik tersebut berbagai pihak mulai dari pemerintah hingga swasta ikut mengkampanyekan bahaya sampah plastik terutama kepada anak-anak semenjak usia dini. Hal ini seperti yang dilakukan di SDN Cibatu 03, SDS Ekklesia Lippo Cikarang dan SD Don Bosco Cikarang. Di ketiga sekolah tersebut, para siswa diberikan penyuluhan dan juga sosialisasi penggunaan plastik berikut dengan bahaya dibalik plastik yang memiliki sifat sulit terurai.

“Anak-anak diberitahu mengenai gambaran bahaya dari penggunaan plastik yang tanpa terkendali terhadap lingkungan. Setidaknya dengan cara ini, wawasan mereka akan semakin bertambah mengenai bahaya dari penggunaan plastik,” kata Murida, salah seorang guru di SD Don Bosco Cikarang pada kegiatan Lippo Cikarang Mengajar kali ini yang fokus pada penyuluhan dari bahaya penggunaan plastik.

Sosialisasi Usia Dini Mengenai Bahaya Sampah Plastik
Sosialisasi Usia Dini Mengenai Bahaya Sampah Plastik

Menurut dia, tingginya penggunaan sedotan plastik sangat berdampat pada kerusakan lingkungan karena sulitnya sedotan terurai. Penggunaan sedotan plastik merupakan salah satu jenis barang berbahan plastik yang paling dekat dengan anak-anak sekolah terutama tingkat SD sehingga kegiatan ini sangat tepat sasaran.

Sosiawan Putra, Public Relation PT Lippo Cikarang Tbk mengatakan bahwa kegiatan tahun ini tidak hanya memberikan informasi kepada anak-anak mengenai profesi juga berfokus pada edukasi mengenai penggunaan plastik di lingkungan sekitar para siswa. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengurangan sampah plastik nantinya.

Putra menjelaskan bahwa program ini telah menyasar beberapa sekolah di Kabupaten Bekasi. Target utamanya adalah murid-murid sehingga mereka dapat paham mengenai dampat negatif dari penggunaan plastik ini terlebih penanaman seperti ini lebih bermanfaat jika dilakukan di usia dini.

“Kami ingin anak-anak dapat mengurangi pemakaian plastik di lingkungan sekolah. Jajanan sekolah masih banyak yang menggunakan kemasan berbahan plastik. Dengan memberikan pemahaman ini kami berharap tentunya anak-anak dapat lebih terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan dari usia dini,” kata Putra.

Sosialisasi Usia Dini Mengenai Bahaya Sampah Plastik
Sosialisasi Usia Dini Mengenai Bahaya Sampah Plastik

Menurut Putra, sosialisasi memerangi sampah plastik ini menjadi penting karena mengingat sampah plastik ini telah menjadi ancaman nyata bagi pemerintah dan masyarakat. Kementerian LHK bahkan menyebutkan bahwa saat ini level sampah plastik di Indonesia telah menyentuh angka yang sangat mengkhawatirkan.

Berdasarkan data dari Kementerian LHK sendiri menyebutkan bahwa jumlah sampah plastik di Indonesia telah meningkat dalam 1 tahun terakhir. Sejak tahun 2002 hingga 2016 terdapat peningkatan sampah plastik mencapai 5 persen. Peningkatan sampah plasti meningkat dari 11 persen menjadi 16 bahkan dibeberapa kota terutama kota besar telah menyentuh 17 persen.

Pemerintah sendiri telah menetapkan target dalam pengelolaan sampah plasti yang diharapkan dapat terjadi pengurangan hingga 30 persen dan mencapai 70 persen pada 2025 nanti.

Menristekdikti Meresmikan Unika Pertama Di Pulau Flores

Menristekdikti Meresmikan Unika Pertama Di Pulau Flores

Potensi wisata Labuan Bajo saat ini menjadi pembicaraan banyak pihak. Banyak yang mendorong supaya salah satu destinasi wisata bahari tersebut dapat disulap menjadi seperti Pulai Bali mengingat potensi yang dimiliki Labuan Bajo. Untuk mendukung hal tersebut tentunya didukung berbagai hal terutama sumber daya manusia yang mumpuni.

Oleh karena itu, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengharapkan adanya pembangunan politeknik di Manggarai, NTT.

Menristekdikti Meresmikan Unika Pertama Di Pulau Flores
Menristekdikti Meresmikan Unika Pertama Di Pulau Flores

Hal ini disampaikan oleh Meristekdikti dalam upaya mendukung terwujudnya impian Labuan Bajo bisa menjadi seperti Bali. Untuk mewujudkan hal tersebut disebut oleh Mohamad Nasir dibutuhkan sinergi antar lembaga dan kementerian mulai dari penyiapan infrastruktur hingga pelatihan sumber daya manusia sehingga potensi wisata Labuan Bajo dapat dimanfaatkan seluruhnya.

“Saya sudah sampaikan kepada Menteri Pariwisata mengenai kolaborasi antara kementerian jika tidak akan sulit mendorong Labuan Bajo untuk maju. Infrastruktur harus disiapkan dan tentunya sumber daya manusia harus mendukung hal tersebut,” kata Mohamad Nasi ketika menyerahkan SK Prodi Akuntansi Perpajakan Politeknik EL Bajo Commodus.

Meristekdikti menambahkan bahwa Politeknik Pariwisata El Bajo Commodus merupakan aset penting mengingat kebutuhan tenaga kerja dibidang pariwisata dan hospitality yang terampil, cakap dan profesional akan terus meningkat dari tahun ke tahun di Indonesia sering dengan berkembangnya investasi di bidang pariwisata selama beberapa tahun belakangan ini.

“Saya berkunjung pada tahun 2017 yang dimana diminta oleh Presiden Jokowi untuk mengecek lokasi yang dimana akan dikembangkan menjadi “The New Bali” yang dimana diantaranya adalah Labuan Bajo dan Wakatobi,” kata Mohamad Nasir.

Ketika ditanya mengapa pilihan jatuh kepada politeknik bukan universitas. Mohamad Nasi menjawab bahwa politeknik memiliki keunggulan dalam menyiapkan tenaga kerja yang terampil dalam waktu singkat dibandingkan universitas mengingat politeknik mengakomodasi pendidikan dengan tingkat D1. Walaupun begitu dirinya tetap menekankan bahwa pada jangka panjang, universitas harus juga menyediakan jurusan pariwisata terutama dalam bidang bagaimana mengembangkan sebuah wilayah wisata atau sebagai konseptor.

Menristekdikti Meresmikan Unika Pertama Di Pulau Flores
Menristekdikti Meresmikan Unika Pertama Di Pulau Flores

Menristekdikti menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM sangatlah penting bagi Indonesia untuk membangun ekonomi Indoensia terutama ketika semua dunia menghadapi revolusi industri 4.0 yang menuntut kualitas SDM yang menguasai berbagai bidang terutama bidang teknologi.

Beliau juga meminta kepada Kabupaten Manggarai dan Gereja Katolik Keuskupan Ruteng memberikan perhatian khusus dalam memajukan pendidikan di daerahnya.

“Saya harap Pak Bupati, Pak Uskup, Rektor dapat bekerjasama dengan baik dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan baik untuk anak-anak muda Indonesia,” harap Menristekdikti.

“Semua anak harus mendapatkan akses ke pendidikan yang berkualitas dan kami harapkan semua element dapat mengambil bagian dalam mencerdaskan anak bangsa terutama di Ruteng dan seluruh Flores maupun NTT dan Indonesia ini,” ucap Mohamad Nasir ketika meresmikan Universitas Katolik pertama di Flores yaitu Santo Paulus Ruteng.

Unika Santo Paulus Ruteng sebelumnya bernama STKIP St. Paulus ini diresmikan dengan penandatanganan prastati oleh Menristekdikti.

Dalam acara peresmian tersebut, Menristekdikti didampingi oleh Apostolik Keuskupan Ruteng Mgr. Silvester San, Bupati Manggarai Deno Kamelus, Rektor Unika St. Paulus Ruteng, Rm. Yohanes Boylon dan juga seluruh dosen beserta mahasiswa.