Ovo, Grab Dan Tokopedia Sumbang Rp 11,5 Miliar Untuk Pendidikan Anak Yatim

Tiga perusahaan Startup nasional yaitu Ovo, Grab dan Tokopedia telah mengumpulkan Rp 11,5 miliar melalui program donasi digital Patungan Untuk Berbagi. Nantinya, sumbangan tersebut akan disalurkan dengan tujuan mendorong peningkatkan kualitas pendidikan dan keberlangsungan pendidikan pada tingak sekolah dasar untuk anak yatim piatu serta yang kurang mampu.

Melalui kemudahan akses pendidikan, kolaborasi ini menjadi komitmen bersama dari 3 startup yang telah membentuk suatu aliansi ekosistem digital terbesar di Indonesia untuk menciptakan dampak positif pada bidang pendidikan untuk bangsa Indonesia.

Ovo, Grab Dan Tokopedia Sumbang Rp 11,5 Miliar Untuk Pendidikan Anak Yatim
Ovo, Grab Dan Tokopedia Sumbang Rp 11,5 Miliar Untuk Pendidikan Anak Yatim

“Program ini menegaskan besarnya semangat berbagi dari Ovo, Grab dan Tokopedia baik itu manajemen hingga para pengguna setia yang telah melakukan donasi melalui Patungan Untuk Berbagi. Selama bulan Ramadhan, antusiasme dari para pengguna sangatlah tinggi untuk menjadi bagian dari program yang dapat membantu anak-anak yatim di Indonesia untuk menggapai mimpi mereka,” kata Direktur Ovo, Setiawan Adhiputro.

Selain itu, donasi digital ini juga menegaskan bahwa peran teknologi akan sangat memudahkan dan mendekatkan para pengguna untuk mencapai tujuan yang baik.

“Sebagai bagian dari aliansi ekosistem digital terbesar di Indonesia, Ovo akan tetap berkomitmen untuk memberikan kemudahan bertransaksi secara non-tunai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat mulai dari pembayaran, donasi hingga berbagai layanan keuangan lainnya yang memiliki peran penting bagi para pengguna,” imbuhnya.

Vice President of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak menjelaskan bahwa teknologi telah memainkan peran yang sangat penting untuk menciptakan peluang yang memudahkan siapa saja untuk menggapai impian yang mereka miliki.

“Melalui progrma ini, kami menghidupkan kepercayaan ini. Kami yakin bahwa program ini akan membawa dampak yang sangat besar dan berkelanjutan untuk kehidupan anak-anak yatim piatu dan juga yang kurang mampu untuk menggapai impian mereka di bidang pendidikan. Kami percaya dapat membawa kami selangkah lebih maju untuk merealisasikan impian dari anak-anak tersebut,” tambahnya.

Donasi dari kampanye Patungan Untuk Berbagi ini akan disalurkan dalam bentuk paket perlengkapan sekolah dan juga beasiswa bagi anak yang berprestasi. Untuk mitra distribusi donasi, ketiga perusahaan tersebug menggandeng Rumah Yatium untuk memastikan bahwa dana yang dikumpulkan akan disalurkan tepat sasaran kepada anak-anak yatim yang terancam putus sekolah karena keterbatasan dana.

Rumah Yatim telah menyalurkan sekitar Rp 1,5 miliar kepada 4.000 anak yatim serta kurang mampu yang tersebar di 30 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia dalam bentuk paket beasiswa dan juga perlengkapan sekolah. Penyaluran bantuan ini akan terus dilakukan hingga mencapai target sekitar 30 ribu anak diberbagai daerah di Indonesia.

“Kami sangat pengapresiasi tujuan dari program yang digalang oleh Ovo, Grab dan Tokopedia untuk membantu anak-anak yatim serta kurang mampu dibidang pendidikan. Di Rumah Yatim ini, kami terus berupaya untuk dapat membantu anak-anak Indonesia yang membutuhkan bantuan untuk dapat mencapai impian yang mereka miliki,” ungkap Direktur Rumah Yatim, Nurgroho BW.

“Donasi ini akan menjadi amanah bagi kami yang harus kami tuaikan dan laksanakan sehingga nantinya anak-anak yatim tersebut dapat menjadi bagian dari generasi masa depan Indonesia yang kompeten dan juga terampil,” lanjutnya.

Sementara itu, Presiden Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata menjelaskan bahwa Grab sebagai anggota dari ketiga startup tersebut memiliki komitmen yang sama untuk dapat berpartisipasi memberikan manfaat untuk Indonesia melalui teknologi. Dirinya berharap progrma ini dapat menjadi upaya pihaknya untuk lebih dekat dengan masyarakat.

“Tentunya ini akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan untuk puluhan ribu anak-anak diseluruh negeri ini. Kami sangat antusias dalam menjalankan progrma ini karena sejalan dengan inisiatif #TechForGood yang diusung oleh Grab. Kami tentunya siap untuk menjadi bagian dalam membantu mencerdaskan anak-anak Indonesia walaupun Grab merupakan perusahaan yang berasal dari Singapura. Kami sangat berterima kasih kepada para pengguna yang telah berpartisipasi dan juga mempercayai Grab untuk donasi dalam program ini,” kata Kramadibrata.