Menristekdikti Meresmikan Unika Pertama Di Pulau Flores

Potensi wisata Labuan Bajo saat ini menjadi pembicaraan banyak pihak. Banyak yang mendorong supaya salah satu destinasi wisata bahari tersebut dapat disulap menjadi seperti Pulai Bali mengingat potensi yang dimiliki Labuan Bajo. Untuk mendukung hal tersebut tentunya didukung berbagai hal terutama sumber daya manusia yang mumpuni.

Oleh karena itu, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengharapkan adanya pembangunan politeknik di Manggarai, NTT.

Menristekdikti Meresmikan Unika Pertama Di Pulau Flores
Menristekdikti Meresmikan Unika Pertama Di Pulau Flores

Hal ini disampaikan oleh Meristekdikti dalam upaya mendukung terwujudnya impian Labuan Bajo bisa menjadi seperti Bali. Untuk mewujudkan hal tersebut disebut oleh Mohamad Nasir dibutuhkan sinergi antar lembaga dan kementerian mulai dari penyiapan infrastruktur hingga pelatihan sumber daya manusia sehingga potensi wisata Labuan Bajo dapat dimanfaatkan seluruhnya.

“Saya sudah sampaikan kepada Menteri Pariwisata mengenai kolaborasi antara kementerian jika tidak akan sulit mendorong Labuan Bajo untuk maju. Infrastruktur harus disiapkan dan tentunya sumber daya manusia harus mendukung hal tersebut,” kata Mohamad Nasi ketika menyerahkan SK Prodi Akuntansi Perpajakan Politeknik EL Bajo Commodus.

Meristekdikti menambahkan bahwa Politeknik Pariwisata El Bajo Commodus merupakan aset penting mengingat kebutuhan tenaga kerja dibidang pariwisata dan hospitality yang terampil, cakap dan profesional akan terus meningkat dari tahun ke tahun di Indonesia sering dengan berkembangnya investasi di bidang pariwisata selama beberapa tahun belakangan ini.

“Saya berkunjung pada tahun 2017 yang dimana diminta oleh Presiden Jokowi untuk mengecek lokasi yang dimana akan dikembangkan menjadi “The New Bali” yang dimana diantaranya adalah Labuan Bajo dan Wakatobi,” kata Mohamad Nasir.

Ketika ditanya mengapa pilihan jatuh kepada politeknik bukan universitas. Mohamad Nasi menjawab bahwa politeknik memiliki keunggulan dalam menyiapkan tenaga kerja yang terampil dalam waktu singkat dibandingkan universitas mengingat politeknik mengakomodasi pendidikan dengan tingkat D1. Walaupun begitu dirinya tetap menekankan bahwa pada jangka panjang, universitas harus juga menyediakan jurusan pariwisata terutama dalam bidang bagaimana mengembangkan sebuah wilayah wisata atau sebagai konseptor.

Menristekdikti Meresmikan Unika Pertama Di Pulau Flores
Menristekdikti Meresmikan Unika Pertama Di Pulau Flores

Menristekdikti menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM sangatlah penting bagi Indonesia untuk membangun ekonomi Indoensia terutama ketika semua dunia menghadapi revolusi industri 4.0 yang menuntut kualitas SDM yang menguasai berbagai bidang terutama bidang teknologi.

Beliau juga meminta kepada Kabupaten Manggarai dan Gereja Katolik Keuskupan Ruteng memberikan perhatian khusus dalam memajukan pendidikan di daerahnya.

“Saya harap Pak Bupati, Pak Uskup, Rektor dapat bekerjasama dengan baik dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan baik untuk anak-anak muda Indonesia,” harap Menristekdikti.

“Semua anak harus mendapatkan akses ke pendidikan yang berkualitas dan kami harapkan semua element dapat mengambil bagian dalam mencerdaskan anak bangsa terutama di Ruteng dan seluruh Flores maupun NTT dan Indonesia ini,” ucap Mohamad Nasir ketika meresmikan Universitas Katolik pertama di Flores yaitu Santo Paulus Ruteng.

Unika Santo Paulus Ruteng sebelumnya bernama STKIP St. Paulus ini diresmikan dengan penandatanganan prastati oleh Menristekdikti.

Dalam acara peresmian tersebut, Menristekdikti didampingi oleh Apostolik Keuskupan Ruteng Mgr. Silvester San, Bupati Manggarai Deno Kamelus, Rektor Unika St. Paulus Ruteng, Rm. Yohanes Boylon dan juga seluruh dosen beserta mahasiswa.