Menristek Natsir Beri Sanksi Tegas Terhadap Mahasiswa Yang Lakukan Kekerasan Ketika Ospek

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Natsir telah menyiapkan sanksi untuk para mahasiswa yang melakukan tindakan kekerasan dan bullying dalam pelaksanaan ospek perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

“Ospek yang dilakukan di Indonesia tidak dapat melibatkan kekerasan. Ospek harus memberikan pembelajaran dan pengenalan universitas kepada anak didik baru,” jelas Nasir ketika menghadiri Soft Opening dari Gedung Kuliah Bersama Universitas Negeri Malang.

Pembelajaran disini menggunakan fasilitas kampus yang ada, manajemen di universitas tersebut. Akan tetapi tidak disertai kekerasan apalagi kontak fisik.

Menristek Natsir Beri Sanksi Tegas Terhadap Mahasiswa Yang Lakukan Kekerasan Ketika Ospek
Menristek Natsir Beri Sanksi Tegas Terhadap Mahasiswa Yang Lakukan Kekerasan Ketika Ospek

“Ospek itu harus diisi dengan pembelajaran seputar universitas seperti fasilitas dan manajemen universitas yang ada di perguruan tinggi tersebut. Jika ada tindak kekerasan maka harus ditindak dengan tegas,” jelasnya.

Dirinya menjelaskan bahwa Kemenristekdikti telah melakukan tindakan tegas terhadap oknum mahasiswa yang terbukti telah melakukan tindak kekerasan terhadap juniornya di salah satu perguruan tinggi di Ternate.

“Di Ternate kami sudah memerintahkan kepada Dirjen melalui rektor universitas di Ternate harus ditindak dan tidak boleh dilakukan. Maka harus diberikan sanksi yang sesuai dengan peraturan di universitas tersebut,” tegasnya.

Sebelumnya, terdapat sebuah video aksi bully dan kekerasan secara fisik kepada para peserta ospek di Universitas Khairun Ternate yang viral di media sosial. Pada video tersebut para peserta ospek diminta oleh seniornya untuk untuk meminum air di gelas plastik yang kemudian di muntahkan kembali. Air hasil muntahan tersebut diberikan kembali kepada temannya untuk dilakukan hal yang sama.

Tidak hanya itu, terdapat beberapa mahasiswi yang diperintahkan untuk jalan dengan cara jongkok sambil diintimidasi oleh beberapa seniornya.