Idaho Lottery Merayakan Ulang Tahun Ke-30 Dengan Memberikan Kontribusi Ke Sektor Pendidikan

Tiga puluh tahun berlalu semenjak pertama kali menjual tiket di Idaho Capitol, Idaho Lottery akhirnya kembali ke Idaho Statehouse sekaligus menjadi penyerahan dividan terbesar dalam sejarah operator lotere dan togel di Idaho tersebut kepada pemerintah negara bagian.

Gubernur Brad Little mewakili penduduk Idaho menerima penyerahan dividen tersebut secara simbolik yang dimana mencapai 60 juta dollar AS pada perayaan di State Capitol. Tahun ini merupakan tahun dimana tahun dimana pendapatan dari operator lottere dan togel terpercaya Idaho Lottery mencatatkan rekor penjualan.

Direktur Idaho Lottery Jeff Anderson dan juga Komisi Lotere Idhao yang mendampingi Gubernur Little pada penyerahan dividen tersebut. Secara total, dari 30 tahun beroperasi Idaho Lottery telah berkontribusi sebesar 906 juta dollar AS terhadap pendanaan untuk Dana Pembangunan Sekolah Dari Departemen Pendidikan Idaho, Dana Punggutan Obligasi Departement Pendidikan dan Dana Pembangunan Permanen Negara Bagian Idaho.

Idaho Lottery Merayakan Ulang Tahun Ke-30 Dengan Memberikan Kontribusi Ke Sektor Pendidikan
Idaho Lottery Merayakan Ulang Tahun Ke-30 Dengan Memberikan Kontribusi Ke Sektor Pendidikan

“Selama 30 tahun, Idaho Lottery telah memastikan bahwa permainan yang mereka miliki dan operasikan telah memenuhi semua ketentuan keadilan, akuntabilitas dan juga integritas,” kata Gubernur Little.

“Idaho Lottery telah berkomitmen untuk membuat kontribusi yang signifikan pada bidang pendidikan disetiap level dengan menyediakan pendanaan pada proyek yang krusial yang dimana meningkatkan keamanan dari peserta didik dan mempromosikan prestasi dibidang pendidikan.”

Semenjak 1989, Idaho Lottery telah mencatatkan penjualan mencapai 3,9 miliar dollar AS. Pada retailer yang berjumlah 1.200 retailer serta agen tulis togel mendapatkan 232,7 dollar AS dalam bentuk komisi.

Selama 11 kali dari 12 tahun terakhir dan 8 tahun berturut-turut, Idaho Lottery berhasil mencatatkan perjualan yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Pada tahun ini, Idaho Lottery berhasil membukukan penjualan 287,9 juta dollar AS.

Ketika perayaan, Gubernur Little juga menghadiahkan Inspektur dari Layanan Publik Sherri Ybarra dengan 37,5 juta dividen. Angka tersebut dibagi untuk 22,5 juta dollar AS untuk Dana Pembangunan Sekolah Department Pendidikan Idaho dan sisa 15 juta dollar AS untuk Dana Punggutan Obligasi. Semenjak didirikan, Idaho Lottery telah berkontribusi lebih dari 504 juta dollar AS untuk mendukung pendidikan publik di Idaho.

“Setiap tahun, para murid dan guru diseluruh negara bagian mendapatkan keuntungan dari proyek peningkatan sekolah yang didanai oleh Idaho Lottery,” kata Inspektur Layanan Publik Sherri Ybarra.

“Tahun ini tidak hanya berarti dividen yang diberikan memecahkan rekor akan tetapi juga mencatatkan sejarah bahwa kontribusi yang diberikan telah melebihi 500 juta dollar AS.”

Gubernur Little juga menghadikan Cindy Bateman, Wakil Ketua Dari Dewan Penasehat Dana Pembangunan Permanen dengan dividen mencapai 22,5 juta dollar AS. Ini merupakan dana terbesar yang pernah diterima oleh Dana Pembangunan Permanen. Semenjak tahun 1989, Idaho Lottery ini telah mendistribusikan dana sebanyak 305,6 juta dollar AS kepada badan ini.

“Idaho Lottery telah menjadi rekan yang berarti untuk merawat, menjaga dan mengembangkan bangunan publik di Idaho dan fasilitas yang dioperasikan oleh negara bagian selama 30 tahun,” kata Bateman.

“Lotere dan togel ini membantu kami untuk memperbaiki bangunan historis di Idaho setiap tahun nya, menyediakan lingkungan kerja yang aman untuk para pekerja dan meningkatkan kualitas dari kampus dan perguruan tinggi di Idaho.”

Idaho Lottery akan merayakan 30 tahun uang tahunnya dengan mencatatkan 4 rekor pada tahun fiskal 2019. Sebagai tambahan dari rekor kontribusi yang diberikan dan penjualan, operator lotere dan togel terpercaya ini juga mencatatkan rekor untuk hadiah yang dibayarkan kepada para pemain yang mencapai 190 juta dollar AS dan komisi yang didapatkan oleh para agen togel dan lotere pada tingkat retail yang mencapai 16,6 juta dollar AS.

Melalui Program GSMS, Para Seniman Mengajar Di SD Kabupaten Purbalingga

Pegiat film yang tergabung dalam Cinema Lovers Community Purbalingga selama ini dikenal sebagai salah satu pihak yang sering mendampingi siswa SMA untuk proses pembuata film. Bagaimana jika mereka ditantang untuk mendidik anak-anak di Sekolah Dasar?

Tantangan tersebut menjadi pengalaman yang tidak terlupakan oleh tiga anggota CLC Purbalingga, Bowo Leksono, Padmashita Kalpika Anindyajati dan Nur Muhammad Iskandar. Mereka bertiga terjung untuk menjadi pendidik siswa SD Negeri I Sangkanayu Kecamatan Mrebet, SD Negeri 1 Karangcegak Kecamatan Kutasari dan SD Negeri 1 Makam Kecamatan Rembang melalui gerakan Gerakan Seniman Masuk Sekolah 2019.

Bowo menjelaskan bahwa mengajari film untuk anak-anak SD merupakan sebuah tantangan yang baru untuknya. Hal ini disebabkan, mereka lebih terbiasa memberi materi produksi film untuk para remaja dan anak setingkat SMP dan SMA.

Walaupun begitu, dirinya mengaku bahwa keinginan untuk memberikan pengetahuan akan film kepada siswa SD merupakan cita-citanya sejak lama. Akhirnya hal itu dapat tercapai ketika Direktorat Kesenian pada Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah.

Melalui Program GSMS, Para Seniman Mengajar Di SD Kabupaten Purbalingga
Melalui Program GSMS, Para Seniman Mengajar Di SD Kabupaten Purbalingga

“Film untuk dapat masuk SD sudah menjadi keinginan lama kami. Kebetulan ada program dari pemerintah pusat jadi kami mengambil bagian seperti gayung bersambut,” jelas Direktur CLC Purbalingga.

Bagian tersulit bagi para penggiat film ini adalah ketika menjelaskan materi baik itu teori ataupun praktik karena mereka harus mengubah cara berkomunikasi dengan bahaya yang dapat dipahami oleh anak-anak yang berusia antara 10 hingga 12 tahun.

“Kami harus melakukan perulangan beberapa kali supaya mereka dapat paham. Tetapi, semangat mereka untuk belajar itu membuat kami dapat terus berkomitmen untuk melatih tanpa henti,” jelasnya.

Padmashita menambahkan bahwa mengajar siswa SD dibutuhkan kesabaran. Selain itu, dirinya juga wajib membuat anak-anak itu tetap nyaman ketika proses pembuatan film.

“Anak-anak tingkat SD ini kan masih berpikir main ya sehingga kami harus menyesuaikan dengan keadaan yaitu bagaimana kami dapat membuat film dengan cara bermain akan tetapi tetap serius sehingga hasilnya juga maksimal,” ujarnya.

Meski sempat mendapatkan kesulitan, Bowo mengaku bahwa dirinya puas dengan hasil yang diperoleh ini. Sejauh ini, program GSMS ini berhasil memproduksi 15 vlog, video jurnalisme warga, dokumenter sederhana hingga fiksi pendek. Pada akhir program di Purbalingga, karya anak-anak SD ini akan ditayangkan bersama dengan karya seni lainnya sehingga dapat ditonton oleh masyarakat mulai 2019 yang akan datang.

“Walaupun masih anak-anak, mereka ini cepat untuk menguasai teknologi. Tinggal bagaimana kami mengarahkan kemampuan mereka untuk terwujud sebagai sebuah karya yang dapat dinikmati dan berguna untuk orang banyak,” jelas Bowo.

Program GSMS di Purbalingga ini dilaksanakan dibawah pengawasan dari Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Purbalingga. Dari 30 seniman, terdapat 21 seniman yang berasal dari berbagai latar belakang seperti seni lukis, tari, musik tradisi, musik kontemporer, teater, film dan sastra.

Para seniman ini diterjunkan di 21 sekolah yaitu 12 untuk SMP dan 9 untuk SD yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Purbalingga. Program ini berlangsung sekitar tiga bulan dalam bentuk edukasi kesenian hingga kegiatan ekstrakulikuler di sekolah sebanyak 27 kali pertemuan.

MSW Global Rayakan Pendidikan Nasional bagi Generasi Milenial

2 Mei 2018 adalah Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), hari yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa. Meskipun bukan hari libur nasional, Hari Pendidikan Nasional dirayakan secara luas di Indonesia.Tahun ini Hardiknas dirayakan secara berbeda. Kemenristek DIKTI bekerja sama dengan MSW Global menggelar “World Post Graduate 2018”, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, 12-13 Mei 2018.Pameran yang terbuka untuk umum tanpa biaya tiket masuk ini menargetkan para pelajar yang ingin melanjutkan pendidikannya ke program pascasarjana.Selain pemerintah, Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) turut serta mensukseskan acara ini.Organisasi profesi dosen terbesar di Indonesia yang berdiri sejak 1998 ini memberikan dukungan penuh dalam pengembangan wawasan masyarakat Indonesia, khususnya kaum milenial, untuk mengembangkan karier dan potensi akademik kejenjang S2 dan S3. Acara yang disponsori oleh Cleo dan Garuda Indonesia ini turut menyediakan rangkaian kegiatan bagi pimpinan perguruan tinggi, seperti “International Education High Meeting”, yang memberikan kesempatan kepada pimpinan perguruan tinggi Indonesia untuk berdiskusi langsung dengan perwakilan pimpinan perguruan tinggi asing dan kedutaan besar, lembaga pendidikan resmi dari berbagai negara.Selain mendatangkan lebih dari 50 universitas terkemuka di dunia, World Post Graduate pun menyediakan panel diskusi terbuka dengan tema “Millenial Berkarir”. Diskusi ini dimoderatori oleh Taufan T. Akbari, Dekan Fakultas Bisnis LSPR dan Founder dari Rumah Millennials.Diskusi terbuka ini terbilang menarik, karena membahas isu-isu terkait karie dan pendidikan bagi generasi milenial, sepertipengaruh teknologi masa kini terhadap peluang kerja generasi millenial di Indonesia, tantangan kerja, dan urgensi pendidikan pascasarjana untuk generasi milenial.“Apa yang ada di sini sebenarnya melebihi ekspektasi saya. Tidak menyangka, ternyata anak-anak ini antusias mengejar pendidikan. Saya berharap, semangat anak-anak muda ini tidak berhenti sampai sini saja,” ujar Anastasia Sri, Operational Director dari MSW Global.Hal yang sama pun juga dikemukakan Michael Tan, Director MSW Global. Menurutnya, pada dasarnya acara ini dibuat karena kepedulian MSW Global terhadap pendidikan anak di Indonesia.

Pendidikan Merata dan Berkualitas Jadi Prioritas 2019

Wakil Ketua Komisi X DPR,Sutan Adil Hendra (SAH) mengucapkan “Selamat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019″. Dalam momentum ini ,tokoh yang akrab disapa SAH itu mengatakan, tantangan dunia pendidikan ke depan adalah mewujudkan pendidikan yang merata dan berkualitas.”Pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan masih menjadi tantangan yang harus terus dilakukan dalam skala prioritas program secara nasional,” ujarnya, melalui rilis yang diterima Parlementaria, Jakarta, Kamis sore.

Untuk mewujudkan pemerataan dan kualitas pendidikan, SAH mengaku, DPR telah mengajak semua stakeholder terkait untuk melakukan reformasi pendidikan nasional, baik dalam tataran konseptual maupun manejerial.“Dalam tataran konseptual, sekarang sedang diupayakan agar karakter menjadi fondasi pendidikan nasional, karena kualitas yang ingin dicapai harus berorientasi pada pembentukan karakter jenjang pendidikan dasar secara merata di semua wilayah Tanah Air,” jelasnya.Lebih lanjut SAH mengatakan, reformasi pendidikan dilakukan demi terwujudnya pembangunan pendidikan yang dapat mengantar bangsa dan negara pada kejayaan di masa depan.
“Karakter yang kuat akan menjadi fondasi yang kokoh bagi peserta didik masa kini, kemudian disempurnakan dengan penguasaan berbagai keterampilan hidup, vokasi, dan profesi abad 21,” ungkap anggota Fraksi Partai Gerindra tersebut.Saat ini menurut SAH, pemerintah dan DPR terus mengupayakan penyelarasan, kebudayaan dengan pendidikan. Hal tersebut ditempuh untuk menghadirkan proses pembelajaran yang terbuka, luwes, dan memberikan keleluasaan bagi para pelajar.“UU Pemajuan Kebudayaan dan juga UU Sistem Perbukuan telah disahkan. Produk legislasi ini diharapkan dapat mendukung reformasi pendidikan nasional yang digulirkan pemerintah,” jelasnya.Menurutnya, kebudayaan telah menjadi akar dari pendidikan. Oleh karenanya, UU Pemajuan Kebudayaan menjadi acuan dalam upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan agar budaya Indonesia dapat tumbuh tangguh menghadapi arus perubahan.
Adapun UU Sistem Perbukuan memiliki peran strategis bagi pemerintah dalam upaya meningkatkan daya literasi masyarakat, khususnya peserta didik. Sistem perbukuan yang baik diharapkan akan menumbuhkembangkan budaya literasi yang semakin baik.“Pemenuhan budaya literasi dapat didorong dan dikembangkan melalui ketersediaan buku yang bermutu, murah atau terjangkau, dan merata, yang pada akhirnya akan mendorong pemerataan dan peningkatan kualitas Pendidikan. Di sinilah titik evaluasi dalam peringatan hari pendidikan nasional,” tandasnya.

Biaya Kuliah di AS Tinggi, Mahasiswa Asing Kian Lirik Negara Lain

Biaya kuliah di AS tinggi,mahasiswa asing Kian Lirik Negara Lain.Meski jumlah mahasiswa asing yang kuliah di Amerika Serikat mengalami kenaikan stabil, namun belakangan karena karena biaya-biaya lainnya yang makin tinggi, belum lagi masalah imigrasi, hingga wacana politik yang memecah-belah membuat banyak mahasiswa asing kini mempertimbangkan pilihan lain.Banyak mahasiswa asing kini dinilai mulai melirik negara-negara lain yang kini bersaing ketat dengan Amerika, termasuk Kanada, Australia, Selandia Baru, negara-negara Eropa, dan bahkan China.Negara-negara itu menyediakan berbagai kemudahan yang membuat mahasiswa internasional merasa lebih nyaman belajar dengan biaya yang lebih murah.“Bukan rahasia lagi bahwa dibandingkan dengan negara-negara lain, biaya pendidikan tinggi di Amerika Serikat secara signifikan jauh lebih tinggi,” kata Fanta Aw, Wakil Presiden di American University, Washington D.C, Namun, tingginya biaya kuliah bukanlah satu-satunya faktor yang menjadi alasan.Sebuah studi oleh Institute for International Education, sebuah lembaga pendidikan internasional, merujuk pada anggapan mengenai kejahatan di Amerika dan wacana politik yang kontroversial terhadap para imigran.Menurut Bachtiar Romadhoni Asral, seorang mahasiswa berasal dari Indonesia, hal tersebut juga menjadi perhatian utamanya.“Sebenarnya ini menjadi perhatian utama saya, karena latar belakang saya adalah orang Indonesia, Asia, dan Muslim. Penampilan saya juga berbeda, sehingga orang dapat mengatakan bahwa saya dari luar Amerika. Ini akan menjadi situasi yang menantang bagi saya untuk beradaptasi di Amerika Serikat, meskipun pada awalnya saya pikir itu bukan masalah karena saya merasa bahwa Amerika itu berpikiran terbuka,” kata Bachtiar seperti mengutip VOAIndonesia.Sementara negara-negara lain, seperti Kanada, dipandang oleh sebagian calon mahasiswa internasional lebih bersahabat. Biro Pendidikan Internasional Kanada berusaha menarik para mahasiswa dari Tiongkok, India, Filipina, Vietnam, dan Pakistan dengan menawarkan visa yang memerlukan waktu hanya tiga minggu untuk pemrosesannya.“Kami telah menemukan bahwa berdasarkan statistik yang kami miliki, ini adalah negara-negara yang paling tertarik mengirimkan mahasiswa mereka ke Kanada,” kata Wakil Duta Besar Kanada untuk Amerika Serikat Kirsten Hillman.Walaupun jumlah mahasiswa internasional di Kanada lebih sedikit daripada di Amerika, mereka yang menempuh studi lanjut di Kanada mendapati jalur imigrasi mereka membuahkan hasil yang didambakan, seperti yang dialami oleh Masroor Khan, lulusan Universitas Manitoba di Kanada.“Setelah lulus sarjana, saya mendapat izin kerja tiga tahun, yang juga disebut sebagai izin kerja pascasarjana, dan saya melamar pekerjaan. Saya direkrut di sebuah perusahaan akuntansi. Di sana saya bekerja purna waktu selama satu tahun sehingga saya memenuhi syarat untuk mengajukan permohonan menjadi penduduk permanen,” kata Masroor.

Kemampuan Kolaborasi Jadi Aspek Penting Pertunjukan Teater

Kemampuan berkolaborasi dan bekerja sama menjadi aspek yang penting dalam penilaian Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2019.Juri teater FLS2N jenjang SMK, Rita Matu Mona mengatakan, pemain harus terlihat kompak saat pertunjukan. Kemampuan bekerja sama di dunia teater berdampak pada kehidupan di luar panggung, termasuk budaya toleransi.”Di teater, mereka harus bekerja sama. Itu penting untuk pembentukan karakter siswa,” ujarnya, di Auditorium RRI Lampung, Selasa sore.Rita yang memiliki latar belakang Teater Koma itu menuturkan, teater mengajarkan dirinya tentang menjalin hubungan dengan orang lain, karena prinsip kerja teater adalah teamwork atau kerja tim.”Ketika kita bekerja sama, ego kita harus ditekan. Kita tidak boleh menjadi bintang sendiri, tapi lawan main kita, atau grup kita juga menjadi bintang bersama, saling mendukung,” tutur perempuan yang sudah ikut dalam 150 naskah teater itu.”Ketika kita lagi berlatih, misalnya lawan main yang antagonis terlalu emosional, lalu kita berdiskusi. Itu mengajarkan kita secara psikologis, sehingga ketika kita bekerja sama dengan orang lain, maka kita harus bisa menekan ego supaya orang lain juga muncul,” ujarnya.Rita menjadi juri Teater di FLS2N sejak tahun lalu. Menurutnya, perkembangan teater SMK cukup signifikan, dengan potensinya masing-masing.”Terjadi perkembangan yang tidak saya duga. Itu sangat menggembirakan. Kebetulan saya di Dewan Kesenian Jakarta dan berada di Komite Teater. Perkembangan teater di generasi muda dan dunia profesional itu penting untuk saya ketahui. Saya sebenarnya cukup berbunga-bunga, tapi tidak mau saya perlihatkan,” tuturnya sambil tertawa.harus bisa mengambil inspirasi dari lokalitas yang dimiliki daerahnya, sekaligus mengedukasi generasi muda, agar mencintai budaya dan keseniannya sendiri. “Mereka harus meng-create lagi, ada penciptaan di dalam hal ini. Walaupun berlatar belakang budaya masing-masing, tetap harus di-create ulang dengan pendekatan masa kini,” tambahnya.Dalam salah satu pertunjukan dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), peserta dari SMKN 3 Wonosari, Gunung Kidul, menampilkan mitos yang berasal dari daerah Gunung Kidul. Mitos itu disebut Pulung Gantung.Sutradara sekaligus pemeran dalam penampilan teater DIY, Rizkana Aisya Putri menuturkan, Pulung Gantung mengisahkan seorang anak yang putus asa karena harus menghidupi keluarganya, hingga akhirnya memilih untuk bunuh diri dengan cara menggantung diri.”Kita mengedukasi masyarakat bahwa kalau kalian punya masalah, jangan berakhir dengan bunuh diri,” ujarnya.

Banten Kebut Pemerataan SMA Keseluruh Pelosok Setelah Pemberlakuan Sistem Zonasi

Pemerataan pendidikan masih menjadi masalah penting bagi Pemprov Banten. Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy mengatakan bahwa hal tersebut masih dalam proses dan akan terus digenjot kedepannya terutama untuk program pemerataan fasilitas pendidikan menengah atas hingga dapat menjangkau seluruh sudut Provinsi Banten.

Selama ini diakuinya bahwa banyak keluhan dari masyarakat mengenai perbedaan kondisi kesejahteraan hingga layanan dasar antar Banten Utara yang meliputi Tangerang hingga Cilegon dengan Banten Selatan yang meliputi Pandegland dan Lebak.

“Saat ini kami sedang mengupayakan bahwa SMA dan SMK Negeri itu minimal ada satu disetiap kecamatan. Dengan adanya sistem zonasi saat ini tentunya kebutuhkan akan sekolah negeri akan semakin meningkat sehingga membutuhkan fasilitas harus segera di penuhi. Jadi konteksnya adalah memudahkan masyarakat untuk dapat memperoleh akses pendidikan,” kata Andika.

Banten Kebut Pemerataan SMA Keseluruh Pelosok Setelah Pemberlakuan Sistem Zonasi
Banten Kebut Pemerataan SMA Keseluruh Pelosok Setelah Pemberlakuan Sistem Zonasi

Dirinya berharap bahwa jumlah partisipasi sekolah di Banten semakin bertambah. Hal ini menjadi dasar bagi pihak Pemprov untuk menganggarkan program pendidikan gratis, pembangunan fasilitas sekolah serta penambahan rombongan belajar.

Terkait partisipasi pendidikan, menurut data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, program pendidikan gratis disebutkan telah memberikan pengaruh dalam menumbuhkan angka partisipasi murni atau APM sekola dan rata-rata lama sekolah. Disebutkan bahwa APM pada tahun 2017 tercatat sebesar 60,05 persen yang kemudian naik menjadi 62,02 persen pada tahun 2018. Demikian juga dengan rata-rata lama sekolah yang pada tahun 2017 hanya 8,53 persen menjadi 8,62 pada tahun 2018.

“Kita lihat kontesk angka partisipasi kasar atau APK pada tahun 2019 ini terutama pada tingkat SMA dan SMK telah meningkat jumlahnya. Jadi intinya adalah yang kita upayakan itu adlaah bagaimana masyarakat itu dapat memperoleh layanan pendidikan minimal 12 tahun terutama bagi mereka warga yang tidak mampu,” lanjut Andika.

Dengan Pergub 31 tahun 2018 mengenai Pendidikan Gratis, para pelajar tingka SMA dan SMK serta Sekolah Khusus Negeri dapat mengikuti layanan pendidikan gratis tanpa dipungut biaya apapun. Kebijakan Gubernur Wahidin Halim yang dimulai pada tahun lalu ini disebut memberikan dampak yang cukup besar untuk meningkatkan angka partisipasi belajar dari pelajar tingkat SMA dan SMK serta Sekolah Khusus Negeri.

Dengan pendidikan gratis ini, diharapkan dapat memberikan dampak berupa peningkatan kesejahteraan masyarakat dan untuk penguatan ekonomi wargar Banten. Partisipasi pendidikan yang semakin baik ini juga bertujuan untuk menyediakan kesempatan bagi siswa supay peluang mendapatkan pekerjaan semakin tinggi.

Mendikbud : Beasiswa Perguruan Tinggi Swasta Wujudkan Cita-Cita Pemerintah

Beasiswa perguruan tinggi swasta Bantu Wujudkan Program SDM Unggul Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. DR. Muhadjir Effendy, M.A.P., menyambut baik program dari perguruan tinggi swasta untuk bangsa dalam bentuk beasiswa kuliah.Menurutnya program Online Scholarship Competition (OSC) Medcom.id yang bekerjasama dengan 21 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) merupakan bentuk dukungan mewujudkan cita-cita pemerintah, yakni SDM Unggul Indonesia Maju.“Ini program yang bagus sekali untuk mendukung pemerintah mewujudkan Indonesia yang lebih maju melalui cara melahirkan SDM unggul. Pemerintah hanya bisa menganggarkan dana untuk memberi subsidi bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN), maka dengan adanya program beasiswa dari PTS, anak-anak Indonesia yang tidak bisa masuk ke kampus negeri tetap bisa berkuliah di kampus swasta,” kata Muhadjir Effendy saat ditemui Kabarberita di kawasan Jakarta Barat.Menurutnya pendidikan tinggi harus didapat semua anak Indonesia. Mereka harus mendapat kesempatan yang sama, walau belum beruntung masuk kampus negeri dan tidak punya biaya kuliah di kampus swasta. Dengan adanya program ini kesempatan kuliah bisa dirasakan semua.”Paket-paket beasiswa yang diberikan pemerintah sekarang ini belum cukup untuk menanggung biaya kuliah anak-anak Indonesia, jadi memang perlu ada partisipasi swasta,” tambahnya.Apalagi cara mengikuti beasiswa ini mudah. Yakni bisa dilakukan secara online. Jadi calon mahasiswa di daerah-daerah yang ingin kuliah tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mengikuti tes dan mendaftar.“Dengan OSC peserta tidak lagi perlu datang ke kampus atau universitas untuk mendaftarkan diri dan mengikuti tes secara langsung. Dengan sistem online, OSC mempersingkat dan mempermudah keseluruhan proses, mulai dari pendaftaran, hingga tes tahap awal dilakukan melalui sistem online,” jelasnya.Konsep berbasis daring dipercaya dapat menjadi jembatan pemerataan pendidikan di Indonesia. Sehingga seluruh anak di negeri ini memiliki kesempatan yang sama untuk dapat mengenyam pendidikan hingga universitas.

Urindo Jadi Kampus Go Internasional yang Ramah Lansia

Peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia harus terus dikembangkan sesuai dengan tuntutan kebutuhan di era global dan mengacu pada Tri Dharma Perguruan tinggi.Sebagai perguruan tinggi yang telah berumur 33 tahun, Universitas Respati Indonesia (Urindo) menjadi salah satu yang selalu mengedepankan kualitas melalui pengembangan kompetensi, integritas dan networking baik lembaga, sistem, kurikulum serta tenaga pengajarnya.Rektor Urindo, Prof. Dr. drg. Tri Budi Wahyuni Raharjo, MS, dalam sidang senat terbuka mengatakan, Urindo saat ini memiliki 14 program studi sedang berproses untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul dalam mengembangkan komunitas akademik yang berjiwa kewirausahaan dan diakui secara internasional pada tahun 2025.
Go internasional pun sudah dilakukan Urindo, yang memiliki akreditasi institusi B melalui beberapa kerjasama dengan berbagai mitra internasional, baik universitas maupun lembaga riset dari United Kingdom, Jepang dan Korea, berupa student exchange dan sandwich programme.Selain itu, para dosen pun sudah diwajibkan mempublikasikan penulisan ilmiah yang dilakukan pada jurnal dengan standar internasional.Dalam acara tersebut, Urindo juga mencanangkan sebagai Universitas Ramah Lansia dengan program pemberian penghargaan pada para lanjut usia yang berjasa untuk kesejahteraan masyarakat hingga pendirian Sekolah Lansia dalam waktu dekat.Dukungan diberikan dari Kementerian Sosial, yang disampaikan Dirjen Rehabilitasi Sosial, Edi Suhartono dalam orasi iimiahnya yang mengapresiasi Urindo sebagai perguruan tinggi terdepan di Indonesia, dalam menjawab tantangan ageing population melalui program ramah lansia.Agar dapat mengikuti perkembangan IPTEK yang berstandar nasional maupun internasional, seluruh sivitas akademika dituntut senantiasa meningkatkan kapasitas diri dan institusi melalui proses belajar sepanjang hayat.

SMP Negeri 1 Tanjung Balai Dilahap Api Yang Diduga Dari Korsleting Listrik

Api melahap habis bangunan dari Sekolah Menengah pertama Negeri 1 Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara. Sejumlah ruang kelas ludes dilahap oleh sijago merah.

Polisi sudah melakukan penyelidikan terkait dengan penyebab dari kebakaran yang disinyalir berasal dari hubungan arus pendek listrik atau korsleting.

Kapolres Tanjung Balai langsung menurunkan tim Laboratorium Forensik untuk dapat mengetahui penyebabk dari kebakaran SMP Negeri 1. Pihaknya melihat bahwa terjadi korsleting pada salah satu kelas menjadi penyebab utama.

SMP Negeri 1 Tanjung Balai Dilahap Api Yang Diduga Dari Korsleting Listrik
SMP Negeri 1 Tanjung Balai Dilahap Api Yang Diduga Dari Korsleting Listrik

“Dari hasil investigasi, tim Labfor kami hampir menyimpulkan kebakaran karena hubungan arus pendek yang terjadi di ruangan yang dijadikan sebagai ruang bagi kelas IX-9,” kata Kapolres Tanjung Balai.

Dalam kebakaran ini tidak menelan korban jiwa karena kebakaran terjadi pada sore hari dimana sekolah sudah kosong dan tidak ada aktivitas apapun lagi.

“Saksi mata mengatakan bahwa api berasal dari kelas 9-9 yang berada di sebelah mushola. Bahan bangunan terdiri dari 30 persen kayu sehingga membuat api cukup cepat menjalar ke kelas lainnya termasuk didalamnya kantin,” tambahnya.

Pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kejadian membutuhkan waktu 45 menit untuk dapat memadamkan api yang sudah terlanjur besar.

“Dibutuhkan waktu 45 menit untuk memadamkan api oleh petugas Damkar. Secara keseluruhan, sebanyak 4 mobil Damkar yang diturunkan untuk memadamkan api,” lanjutnya.

Kerugian materi dari kebakaran ini diduga mencapai ratusan juta rupiah yaitu terdapat dua ruang kelas, 4 kantin dan sepeda motor yang kebetulan berada di sekitar area kebakaran.

Bunda PAUD Buka Sosialisasi Pendidikan Keluarga Kabupaten Tanah Laut

Bunda Pendidikan Anak Usia Dini Kabupaten Tanah Laut Nurul Hikmah Sukamta membuka kegiatan sosialisasi pendidikan keluarga dan kegiatan penyelenggaraan PAUD tahun 2019 di UPTD SDN 2 Desa Bumijaya, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.

Kegiatan ini dihadiri oleh para orang tua dan wali siswa dari TK Sinar Harapan dan SDN 2 Bumi Jaya. Kegiatan ini juga dimeriahkan oleh penampilan dari siswa-siswi SDN 2 Bumi Jaya yaitu Nasyid dan Maulid Habysi, Gerakan Berbaris dair Pramuka dari SMPN 8 Pelaihari dan senam Gerakan Nasional Membacakan Buku yang dibawakan oleh TK Sinar Harapan.

Bunda PAUD Buka Sosialisasi Pendidikan Keluarga Kabupaten Tanah Laut
Bunda PAUD Buka Sosialisasi Pendidikan Keluarga Kabupaten Tanah Laut

Nurul yang menjadi pengagas dari kegiatan ini menjelaskan bahwa peranan dari orang tua sangatlah penting untuk pembentukan karakter anak. Keluarga adalah tempat pertama dimana anak dididik sehingga akan mempengaruhi bagaimana anak akan beraktivitas, bersosialisasi dengan lingkungannya baik di sekolah dan masyarakat.

“Oleh karena itu sosialisasi pendidikan keluarga ini sangatlah penting utnuk dilakukan supaya orang tua menjadi sadar tentang pendidikan keluarga untuk anak-anak,” jelasnya.

Nurul Hikmah juga menejelaskan bahwa saat ini peran keluarga dalam menghadapi era globalisasi sangatlah dibutuhkan karena perkembangan teknologi ini telah menghadirkan ancaman seperti medsos yang dapat membahayakan anak-anak jika salah digunakan karena tidak ada batasan usia penggunaan selain juga sulitnya memantau pertemanan anak-anak di medsos.

“Maka dari itu keluarga merupakan pelindung bagi anak-anak,” tutupnya.