Memahami koperasi dengan pendidikan dan kesejahteraan perekonomian nasional

Sudah lama koperasi dikenal sebagai solusi atas pemerataan kesejahteraan dan menjadi penggerak roda perekonomian nasional. Prinsip pengaturan ekonomi koperasi secara konstitusional dijadikan model tata kelola ekonomi nasional. Pengembangan sosial ekonomi sejati sangat dekat dan lekat dengan masyarakat, terkhusus lapisan menengah ke bawah. Gerakan kolektif ini hidup berlandaskan prinsip-prinsip sukarela, demokrasi, partisipasi ekonomi, otonomi dan independensi, pendidikan, kerja sama antar-koperasi, dan pengembangan komunitas yang berkelanjutan (OCDC, 2007).
Melalui kegiatan intermediasi keuangan, pelatihan dan pemberdayaan serta pengelolaan usaha yang berdiri atas dasar prakarsa masyarakat sendiri koperasi tumbuh berdampingan dengan masalah sosial-ekonomi di tengah masyarakat.
Kondisi yang menekan kehidupan membuat koperasi hadir sebagai pengejawantahan energi kreatif masyarakat. Basis kekuatan kegiatan kelas menengah menjadi dasar penataan ekonomi dalam mengoptimalkan pengelolaan sumber daya untuk mewujudkan kesejahteraan. Secara statistik, tingkat kemiskinan nasional mengalami penurunan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk miskin menurun dari 28,59 juta jiwa pada Maret 2015 menjadi 25,95 juta jiwa pada Maret 2018.Lebih lanjut, persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan berada pada angka 9,82 persen pada Maret 2018. Sejalan dengan itu, perekonomian Indonesia juga tumbuh positif dan stabil. Kondisi ini menjadi sesuatu yang menggembirakan bagi dunia perkoperasian karena minimal mencerminkan keberhasilan hakikat keberadaan koperasi dalam kontribusinya terhadap perekonomian. Namun, prinsip utama koperasi untuk menciptakan pemerataan kesejahteraan berkeadilan dituntut turut bertanggung jawab atas lebarnya gap antara kelompok miskin dan kelompok kaya. Performa pemerataan di Indonesia sejak September 2017 hingga September 2018 hanya turun sebesar 0,007 poin dari 0,391 menjadi 0,384. Terlebih, provinsi seperti Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), DKI Jakarta, Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Jawa Barat memiliki jumlah koperasi yang sangat banyak sekaligus gini rasio di atas rata-rata nasional. Menurut data BPS, pada 2016 secara berurutan jumlah koperasi di masing-masing provinsi tersebut yaitu 1.745 unit, 5.063 unit, 5.967 unit, 26.519 unit, dan 16.289 unit.
Kondisi itu memberi gambaran bahwa di tubuh koperasi sedang membutuhkan perhatian serius untuk mengembalikan marwahnya dalam perekonomian nasional. Revitalisasi sangat segera dibutuhkan agar koperasi tidak semakin terpuruk. Sebab, eksistensi koperasi sedang menghadapi tantangan eksternal berupa perkembangan dan kemajuan teknologi yang sangat pesat. Tetapi, tantangan besar sangat kompleks berada di internal tubuh koperasi. Mulai dari masalah disorientasi nilai-nilai dan tujuan, minim partisipasi anggota dalam pengembangan, rendahnya kualitas perencanaan, penegakan dan pengawasan hingga salah asuh.
Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah pun telah merespons dengan upaya reformasi total koperasi yang meliputi tiga tahapan, yaitu reorientasi, rehabilitasi, dan pengembangan. Pemerintah mengklaim bahwa paradigma pemberdayaan koperasi dari kuantitas digeser menjadi kualitas meliputi aspek kelembagaan, usaha, dan keuangan. Keseriusan pemerintah tercermin pada pembubaran sekitar 50.000 koperasi yang dianggap tidak sehat.
Berkembang pesatnya pertumbuhan koperasi memang tidak terlepas dari kemudahan meningkatkan status kelompok masyarakat menjadi koperasi berbadan hukum. Pola umumnya mengumpulkan individu dengan kesamaan permasalahan dan visi tanpa kesiapan pengembangan yang berkesinambungan. Ketidaksiapan secara sumber daya manusia (SDM), modal sosial maupun kemandirian ekonomi membuat koperasi mudah mengalami pergeseran orientasi dan tidak mampu bertahan menghadapi dinamika sosial-ekonomi. Koperasi Mondragon di Spanyol atau Gujarat Cooperative Milk di India (sekarang Anand Milk Union Limited) menggambarkan bahwa gerakan koperasi bukanlah gerakan sporadik yang menciptakan iklim kompetisi antarkoperasi itu sendiri. Model yang diterapkan di Spanyol atau India jauh lebih efisien mengingat di Indonesia koperasi tumbuh subur sehingga potensi mengalami disorientasi lebih besar. Setelah mendirikan koperasi, hasrat untuk membesarkan dan meningkatkan aset lebih mendominasi perencanaan (orientasi bisnis) daripada pengembangan intermediasi sosial, pengembangan usaha anggota atau bentuk-bentuk pemberdayaan lainnya.

Memahami Penderitaan Siswa di Kelas yang sering penuh godaan

Seorang teman yang bekerja sebagai dosen muda di salah satu perguruan tinggi swasta pernah “curhat”. Suatu kali, setelah ia selesai memberikan penjelasan panjang tentang salah satu materi kuliah, seorang mahasiswa angkat tangan dan bertanya. Teman saya bersemangat karena ada mahasiswa yang antusias dengan materi kuliahnya. Namun, ia akhirnya kecewa karena yang ditanyakan bukan tentang materi kuliah, tetapi pertanyaan geli, “Untuk apa kami harus mempelajari semua materi yang bapak jelaskan?”
Ia kecewa karena telah menghabiskan satu jam lebih untuk memberikan penjelasan, dan ia telah mempersiapkan materi tersebut lebih dari dua minggu. Saya kemudian tersenyum sambil mengatakan bahwa bukan dia saja yang mendapat pertanyaan seperti itu. Saya juga pernah mendapatkan pertanyaan serupa yang datang dari siswa sekolah dasar. Bunyi pertanyaannya juga mirip, “Pak, apa pentingnya kami belajar semua yang bapak jelaskan?”
Jika Anda mendapat pertanyaan tersebut, sering muncul godaan untuk menghakimi bahwa siswa zaman sekarang bermental instan, malas berpikir, atau juga berdaya juang rendah. Namun, sebaiknya penilaian seperti itu mesti diberi tanda kurung karena terlalu dini dan subjektif. Secara pribadi, saya melihat bahwa pertanyaan tersebut merupakan umpan balik dari metode serta relevansi materi yang saya sampaikan di kelas. Tepatnya, pertanyaan “nakal” tersebut merupakan akibat dari “penderitaan” yang para siswa alami ketika mereka harus mempelajari hal yang konteks dan titik tolaknya belum mereka pahami.Setelah saya mendapatkan pertanyaan menohok dari siswa tersebut, saya bertanya pada diri saya, “Apa yang salah dengan materi yang saya sampaikan atau metode yang saya gunakan?” Saya menemukan ada satu kesalahan fatal yang ternyata selalu saya ulang. Kesalahan tersebut adalah absennya konteks dari materi yang saya sampaikan.
Saya tidak mengajak siswa saya melihat pengalaman nyata, narasi, atau pun juga fakta-fakta yang mereka kenal untuk dijadikan titik tolak dari proses pembelajaran yang ada. Saya juga abai mengajukan pertanyaan pembuka yang bisa membantu mereka berpikir tentang apa yang akan mereka pelajari.
Pada umumnya begitu saya masuk kelas, saya langsung memulainya dengan ceramah. Itu kesalahan fatal. Wajar kalau para siswa “menderita” selama proses belajar mengajar dan merasa kecewa serta mengajukan pertanyaan “nakal” tersebut.
Pembelajaran yang tepat sasar seharusnya menempatkan konteks dalam prosesnya. Siswa diajak untuk paham mengapa dia belajar tema ini serta dalam hal apa saja tema tertentu bisa membantu dia dalam menyelesaikan masalah-masalahnya sehari-hari. Sebagai contoh, saat pelajaran moral, saya tidak langsung menceramahi para siswa dengan doktrin moral yang mungkin tidak mereka pahami. Jika tema pembicaraannya adalah tentang menyikapi kesalahan orang lain, saya akan terlebih dahulu memberikan contoh tentang dua kondisi masyarakat dalam menyikapi kesalahan.
Masyarakat yang satu adalah masyarakat yang suka mencela orang yang berbuat salah dengan menghakimi secara masal, dan masyarakat yang lain adalah masyarakat yang menolong orang yang berbuat salah dengan ajakan untuk berubah. Kemudian saya akan meminta mereka untuk memilih menjadi bagian dari masyarakat yang mana dengan alasan yang kuat lalu membantu mereka menyadari keterbatasan dari setiap kondisi masyarakat yang mereka pilih. Dengan demikian, mereka tahu tindakan apa yang seharusnya diambil ketika orang lain berbuat salah atau melanggar norma masyarakat karena mereka paham konteksnya.
Jika itu adalah pembelajaran sains misalnya, maka proses itu lebih hidup jika dimulai dengan pertanyaan tentang fakta-fakta seputar kehidupan para siswa sehari-hari, misalnya “mengapa telur mengambang di air yang asin dan tenggelam di air tawar?” Proses itu akan lebih menantang ketimbang memulainya dengan menjelaskan apa itu massa jenis dan bagaimana cara menghitung massa jenis dengan rumus yang abstrak.
Dengan cara itu para siswa pun akan perlahan-lahan paham penerapan hukum-hukum sains dalam skala yang lebih luas. Dalam konteks ini, pertanyaan yang tepat dapat menjadi pembuka yang baik dalam proses pembelajaran di kelas. Dengan pertanyaan tersebut, siswa paham dari mana asal konteks pembelajaran dan ke mana arah dari seluruh proses tersebut akan berlabuh.

Florida Lottery Peringatan Penurunan Kontribusi Bagi Dana Pendidikan Jika Undang-Undang Baru Disetujui

Florida Lottery Peringatan Penurunan Kontribusi Bagi Dana Pendidikan Jika Undang-Undang Baru Disetujui

Operator permainan angka atau lotere di Florida yaitu Florida Lottery meminta adanya pertimbangan mengenai label peringatan dari kecanduan judi di depan tiket lotere dan iklan. Operator milik pemerintah negara bagian Florida khawatir bahwa label peringatan tersebut akan mempengaruhi pendanaan terhadap bidang pendidikan yang selama ini dilakukan oleh Florida Lottery.

Gubernur Ron DeSantis tengah dihadapkan pada pilihan sulit apakah akan mengesahkan undang-undang baru bernomor HB 629 mengenai kewajiban memasang label peringatan bahaya dari kecanduan judi. Undang-undang tersebut sebelumnya telah diloloskan oleh DPR AS dan juga Senate pada awal Mei lalu.

Studi mengenai dampak dari label tersebut terhadap pendapatan perusahaan dilakukan pada Maret lalu. Direktur Produk dari Florida Lottery, Shelly Gerteisen mengatakan bahwa pada pembuat keputusan telah mengetahui label peringatan ini akan mempengaruhi partisipasi dari negara bagian Florida dalam permainan yang melibatkan banyak negara bagian seperti Powerball ataupun Mega Million beserta kemungkinan akan menjadi akhir dari permainan yang ada di TV Shows seperti “The Price is Right” dan “Wheel of Fortune”. Tidak ketinggalan, menurut Gerteisen, permainan seperti Monopoly dan Scrabble juga akan terpengaruh oleh label ini.

Gerteisen juga menyampaikan kepada tim ekonomi negara bagian yang dimana juga menjabat sebagai Tim Penyusun Proyeksi Pendapatan negara bagian bahwa penambahan label tersebut akan membuat perusahaannya harus mencetak kertas yang lebih besar dan ini tentunya akan meningkatkan biaya produksi dari kertas tiket belum lagi terdapat potensi yang mempengaruhi kontrak dengan para retailer yang menyediakan mesin permainan otomatis di toko mereka.

Florida Lottery Peringatan Penurunan Kontribusi Bagi Dana Pendidikan Jika Undang-Undang Baru Disetujui
Florida Lottery Peringatan Penurunan Kontribusi Bagi Dana Pendidikan Jika Undang-Undang Baru Disetujui

“Semua grup ini satu suara menolak undang-undang ini,” kata Gerteisen.

Tekanan nyata saat ini belum sampai ke DeSantis karena undang-undang tersebut belum sampai di meja kerjanya. Undang-undang baru ini mewajibkan Florida Lottery untuk menaruh tulisan peringatan di bagian depan semua tiket lotere atau togel yang mereka miliki. Tulisan tersebut menyampaikan “Peringatan: Permainan Lotere Dapat Menyebabkan Kecanduan,” atau “Play Responsible.”

Mantan Gubernur Rick Scott pada tahun 2017 mem-veto atau menolak undang-undang ini yang menurutnya akan berdampak buruk dan membebani permainan ini sekaligus para retailer yang bertindak sebagai agen togel atau lotere seperti Tulis Togel di negara bagian Florida.

Florida Lottery selaku operator permainan tersebut telah melakukan sosialisasi untuk memberikan kesadaran bagi para konsumen untuk bermain secara bertanggung jawab. Untuk hal tersebut, perusahaan tersebut telah membuka layanan call center gratis untuk menerima laporan mengenai masalah yang disebabkan oleh permainan lotere atau togel. Jika undang-undang ini setujui maka, Florida Lottery akan menjadi operator yang memasang label peringatan pada tiket yang mereka miliki seperti yang dilakukan oleh produsen rokok.

Gerteisen mengatakan bahwa potensi kerugian akan mencapai ratusan juta dollar AS yang sesungguhnya dapat digunakan untuk membiayai berbagai program pendidikan yang berada di Dana Sosial Peningkatkan Pendidikan yang dikelola oleh negara bagian Florida.

Florida Lottery Peringatan Penurunan Kontribusi Bagi Dana Pendidikan Jika Undang-Undang Baru Disetujui
Florida Lottery Peringatan Penurunan Kontribusi Bagi Dana Pendidikan Jika Undang-Undang Baru Disetujui

TIm ekonom dari kantor pemerintah Florida tidak melihat adanya potensi kerugian seperti itu. Mereka bertanya apakah negara bagian lain yang terlibat dengan permainan yang melibatkan banyak negara bagian akan kehilangan pendapatan dari Florida karena peringatan ini. Selain itu mereka juga mempertanyakan apakah penambahan label tersebut akan membuat para agen lotere atau togel beserta konsumen nya pergi.

DOn Langston, staf direktur untuk Komite Keuangan dan Pajak di Dewan mengatakan jika negara bagian kalah atau kehilangan permainan Monopoly, orang akan tetap bermain.

“Lotere akan membuat permainan yang baru untuk menggantikannya,” kata Langston.

Amy Baker, koordinator dari Kantor Legislatif Penelitian Ekonomi dan Demografi tidak melihat adanya ancaman perginya para agen karena label ini. Dirinya melihat bahwa selama ini para agen bisa menghasilkan uang dari lotere dan mereka akan tetap melakukan bisnis ini.

Undang-undang ini akan menyampaikan 2 pesan peringatan yang dimana setengah tiket lotere atau togel ini harus menyampaikan pesan bahaya kecanduan judi sedangkan sebagiannya lagi menyampaikan pesan untuk bermain secara bertanggung jawab.

Pesan tersebut sesungguhnya telah di revisi dari pesan awal yang dikirim ke dewan yaitu “Bahaya: Bermain permainan lotere termasuk kedalam judi dan dapat menyebabkan kecanduan. Peluang kemenangan dari permainan ini sangat keci.”

Florida Lottery sendiri tengah mencoba untuk memecahkan rekor pendapatan yang mereka peroleh pada tahun 2017-2018 yaitu sebesar 6,7 miliar dollar AS. Tim ekononi menyampaikan bahwa label peringatan ini akan berdampak penurunan penjualan tiket lotere paling maksimal di angka 3,5 persen.

Sementara itu Gerteisen mengatakan bahwa peringatan ini akan terjadi penurunan pendapatan minimal 2,5 persen. Penurunan lebih besar akan terjadi bila Florida Lottery kehilangan permainan yang populer karena kekhawatiran dari label peringatan tersebut.

Permainan yang menggunakan merek Monopoly pada tahun ini berhasil mengumpulkan dana sebesar 114 juta dollar AS untuk dana sosial pendidikan. Sedangkan dengan tidak berpartisipasi dalam permainan Powerball akan mengurangi kontribusi sebesar 56,3 juta dollar AS untuk dana sosial tersebut.

Masih Banyak Siswa Belum Pilih Prodi SBMPTN 2019

Masih cukup banyak calon pendatar SBMPTN 2019 belum memilih program studi (prodi) mana yang dilamar. Terlihat dari jumlah pelamar yang masih belum signifikan. Kondisi ini dimanfaatkan sejumlah bimbingan belajar (bimbel) untuk memberikan pendampingan dalam menentukan pilihan prodi.

Diantara bimbel yang sudah melakuan bimbingan adalah Bimbingan Tes Alumni (BTA) Group. Bimbel yang berbasis di Jakarta ini sudah mulai melakukan bimbingan kepada para siswanya sejak Senin lalu.

Koordinator BTA-45 Surkam menuturkan secara keselurhan ada 1.250 siswa di BTA-45 yang bakal mendaftar SBMPTN 2019. ’’BTA-45 mayoritas anak-anak dari Tebet,’’ katanya.

Dia menjelaskan pada hari pertama ada 60 siswa yang memanfaatkan program bimbingan. Kemudian di hari kedua tercatat ada 70 siswa yang mengikuti bimbingan mencari prodi yang potensial untuk dilamar. Para siswa itu ada yang datang sendiri dan didapingi orangtuanya.Surkam mengatakan dalam bimbingan tersebut siswa diajak untuk berdiskusi untuk memilih prodi mana yang bakal dituju. Dalam diskusi tersebut, pilihan prodi tentunya disesuaikan dengan nilai hasil ujian tulis berbasis komputer (UTBK) masing-masing.

Dia mengklaim bahwa rata-rata siswa di BTA mendapatkan nilai UTBK kelompok median atau rata-rata hingga ke atas.

Dia menjelaskan BTA memiliki semacam nilai referensi atau acuan. Nilai ini berfungsi untuk menakar seorang siswa berpotensi untuk mendaftar di prodi tertentu. ’’Misalnya untuk mendaftar prodi kedokteran, berapa nilai yang ideal,’’ katanya.Sayangnya Surkam tidak bisa membeberkan rincian nilai acuan tersebut. Sebab menurut dia nilai acuan itu belum tentu cocok untuk siswa dari bimbel lainnya. Dia mengatakan nilai acuan tersebut diolah dari nilai kelulusan SBMPTN selama ini dan indikator-indikator lainnya.

Dengan adanya nilai acuan tersebut, minimal bisa memudahkan siswa dari BTA untuk memilih prodi saat mendaftar SBMPTN. ’’Sampai saat ini pilihan prodi yang sudah ditentukan sangat beragam. Ada juga yang memilih kedokteran,’’ tuturnya.

Pada prinsipnya Surkam mengatakan pilihan pertama diarahkan pada prodi yang benar-benar diminati dan dicita-citakan oleh sang anak. Entah itu kedokteran, teknik, sastra, atau keguruan. Kemudian untuk pilihan kedua ditujukan untuk memilih prodi yang memiliki peluang besar diterima.Misalnya ada anak yang mendapatkan nilai UTBK tinggi dan bercita-cita menjadi dokter. Anak tersebut bisa memilih prodi pendidikan dokter di kampus papan atas seperti Universitas Indonesia (UI) atau sejenisnya. Kemudian pada pilihan kedua tetap prodi kedokteran, tetapi di kampus yang persaingannya tidak terlalu ketat.

Menurut dia dalam SBMPTN 2019 ini para bimbel tidak memiliki panduan. Karena benar-benar menggunakan sistem baru. Di mana pelamar melaksanakan ujian dahulu, baru kemudian nilainya digunakan untuk mendaftar.

Dia memperkirakan pada SBMPTN berikutnya lebih mudah memetakan nilai acuan untuk tiap-tiap prodi di seluruh perguruan tinggi. Acuannya berdasarkan nilai pelamar yang diterima dalam SBMPTN sekarang.

Wakil Ketua I Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Joni Hermana menuturkan, nilai UTBK 1 dan 2 mana yang akan dipakai tidak dipilih oleh siswa. Sistem yang akan memilih ketika peserta mendaftar prodi PTN. Artinya, sistem yang akan memilah dan menghitung dari dua nilai UTBK itu secara otomatis.

”Mana yang nilainya lebih besar. Apakah itu UTBK 1 atau 2, nilai itulah yang akan dipakai,” tutur mantan rektor ITS Surabaya itu. Jadi, peserta tidak perlu bingung memilih prodi.

Hebat ! Siswa Peraih Nilai USBN Terbaik Ini Hanya Pegang Ponsel Seminggu Sekali

Nilai ujian sekolah berstandar nasional (USBN) SD/MI telah diumumkan. Seluruh siswa dinyatakan lulus 100 persen.

Nilai tertinggi USBN diraih Narendra Daniswara Pratama Hariyadi. Siswa SDN 4 Penganjuran itu bahkan meraih nilai sempurna untuk mata ujian matematika dan IPA.Suasana SDN 4 Penganjuran dipenuhi para siswa dan wali murid. Pagi itu seluruh wali murid menunggu pengumuman penerimaan hasil USBN siswa kelas VI. Sekolah sengaja memboyong siswa ke sebuah tempat wisata di Cluring.Raut wajahnya tampak berseri-seri begitu nama-nama juara kelas dipanggil menerima piala dan piagam penghargaan dari sekolah. Salah satu nama itu adalah Narendra Daniswara Pratama Hariyadi.

Anak tunggal pasangan suami istri Rahmat Hariyadi, 51, dan Pujiastuti, 42, itu tampak biasa saja ketika menerima penghargaan piagam dari sekolah sebagai peraih nilai USBN terbaik.

Dia memperoleh nilai tertinggi, yakni 94 untuk mata pelajaran bahasa Indonesia serta 100 untuk mata pelajaran matematika dan IPA.Pujiastuti, ibu Narendra, menuturkan, putranya memang pendiam dan sedikit pemalu. Namun, di balik itu, segudang prestasi pernah diraih dalam bidang akademik.

Terutama dalam ajang perlombaan di kelas maupun luar sekolah seperti lomba olimpiade.Warga Jalan Letnan Sanyoto Nomor 11, Kelurahan Tukang Kayu, itu mengungkapkan, dalam kehidupan sehari-hari, putranya selalu disiplin dan patuh terhadap perintah orang tua dan guru.

”Semua aktivitas sudah terjadwal, mulai pagi bangun tidur sampai pulang sekolah, tidur, dan hingga bangun kembali,” ungkapnya.

Rahmat Hariyadi, ayah Narendra, mengaku prestasi putranya tersebut merupakan buah kegigihan istrinya yang selalu membimbing dalam belajar setiap hari. ”Anak saya ini mau belajar jika ditemani ibunya,” kata Rahmat.Pola belajar dan kedisiplinan yang diterapkan dalam lingkup keluarga benar-benar dijalankan dengan baik. Misalnya, saat belajar. Semua fasilitas, mulai televisi hingga ponsel, dimatikan dan jauh dari jangkauan sehingga fokus belajar.’Anak saya hanya boleh pegang ponsel setiap Sabtu sepulang sekolah hingga Minggu siang,” terangnya.

Ponsel tersebut diletakkan di lemari khusus dan hanya boleh dihidupkan sekali dalam seminggu.Selain itu, tidak boleh bermain ponsel. Selama Senin hingga Sabtu, dia fokus belajar.

Kepala SDN 4 Penganjuran Setyaningsih sangat bersyukur siswanya meraih nilai terbaik USBN SD se-Banyuwangi.

Awalnya, dia mengira nilai terbaik itu diraih di tingkat sekolah. ”Saya nggak nyangka, kok ternyata juara satu kabupaten,” jelasnya.

Sejauh ini, yang dilakukan sekolah hanya mengupayakan yang terbaik untuk seluruh siswa. Khususnya selama kelas VI, para siswa mengikuti bimbingan belajar mulai pukul 05.00 WIB.

Selain itu, para siswa dibiasakan mengikuti kompetisi lomba antarkelas dan lomba di luar sekolah.

Belum lagi tryout dan pembahasan latihan soal-soal untuk mengetahui kemampuan para siswa.

Surat Keterangan Tidak Mampu Sudah Tidak Dapat Digunakan Di PPDB 2019

Surat Keterangan Tidak Mampu Sudah Tidak Dapat Digunakan Di PPDB 2019

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan peraturan baru mengenai PPDB atau Penerimaan Peserta Didik baru melalui Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 yang mengatur proses dan tata cara penerimaan peserta didik baru 2019.

Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy menjelaskan bahwa Permendikbud 51 Tahun 2018 ini adalah penyempurnaan dari sistem zonasi yang akan diterapkan pada tahun ajaran 2019/2020. Permendikbud ini akan menghapus penggunaan SKTM atau surat keterangan tidak mampu dalam proses PPDB.

“Mulai tahun ini, penggunaan SKTM tidak akan berlaku lagi,” kata Muhadjir. Mendikbud menjelaskan bahwa Permendikbud akan digunakan sebagai blueprint untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada di sektor pendidikan nasional. Setiap masalah akan diselesaikan pada zona yang ada begitu juga dengan ketersediaan fasilitas sekolah berikut dengan sebaran siswa.

Surat Keterangan Tidak Mampu Sudah Tidak Dapat Digunakan Di PPDB 2019
Surat Keterangan Tidak Mampu Sudah Tidak Dapat Digunakan Di PPDB 2019

Muhadjir menlanjutkan bahwa penerimaan siswa akan dilaksanakan melalui tiga jalur yang telah ditentukan sesuai dengan Permendikbud tersebut yaitu zonasi dengan kuota minimal 90 persen, prestasi dengan kuota maksimal 5 persen dan juga jalur perpindahan orang tua dengan kuota maksimal 5 persen.

Dirinya menjelaskan bahwa kuota 90 persen sudah termasuk dalam jumlah peserta didik yang tidak mampu dan juga penyandang disabilitas pada sekolah yang memiliki layanan inklusif.

Sementara itu, untuk jalur prestasi akan diperuntukan untuk siswa yang berdomisili di luar zonasi sekolah akan tetapi memiliki prestasi yang ditentukan melalui nilai Ujian Nasional ataupun melalui prestasi dibidang lain seperti olahraga, sains ataupun budaya.

“Kuota lainnya yaitu jalur perpindahan orang tua yang dimana diperuntukan untuk keadaan darurat seperti orang tua yang mendapatkan pemindahan lokasi kerja,” lanjut Mudhajir.

Untuk pendaftaran siswa tersebut, harus melampirkan Kartu Keluarga yang diterbitkan miminal satu tahun sebelumnya. Jika tidak ada KK maka dapat diganti dengan Surat Keterangan domisili yang dikeluarkan oleh RT/RW setempat.

Untuk SKTM, Mendikbud menyatakan bahwa pada tahun 2019/2020 penggunaan surat tersebut akan ditiadakan dan untuk menentukan seorang anak itu kurang mampu atau tidak akan dilihat dari keikutsertaan keluarga sang anak dalam program penanganan keluarga tidak mampu yang dimiliki oleh Pemerintah Pusat ataupun Pemerintah Daerah.

Muhadjir berharap dengan perubahan sistem PPDB tahun ini, pihak sekolah dan juga lembaga pendidikan dapat menjadi semakin aktif untuk mendata anak usia sekolah yang berada di zona masing-masing.

“Karena itu, Kemendikbud berusaha untuk mengingkatkan kerja sama dengan kementerian lain seperti Kementerian Dalam Negeri khususnya Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil karena basis data yang akan digunakan adalah basis data yang berasal dari data kependudukan yang dimiliki oleh Kemendagri,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Mendikbud meminta kepada Pemerintah Daerah untuk membuat petunjuk teknis PPDB dengan mengeluarkan Perda yang berpedoman pada Permendikbud No. 51 Tahun 2018 tengan PPDB.

Petunjuk teknis ini akan mengatur kriteria, pembagian zonasi dan juga pendataan siswa disetiap zona paling lambat satu bulan sebelum PPDB mulai dilakukan.

Kita sebelunya sudah memiliki rancangan zona akan tetapi yang memiliki keweangan adalah pihak pemerintah daerah,” kata Muhadjir

Ovo, Grab Dan Tokopedia Sumbang Rp 11,5 Miliar Untuk Pendidikan Anak Yatim

Ovo, Grab Dan Tokopedia Sumbang Rp 11,5 Miliar Untuk Pendidikan Anak Yatim

Tiga perusahaan Startup nasional yaitu Ovo, Grab dan Tokopedia telah mengumpulkan Rp 11,5 miliar melalui program donasi digital Patungan Untuk Berbagi. Nantinya, sumbangan tersebut akan disalurkan dengan tujuan mendorong peningkatkan kualitas pendidikan dan keberlangsungan pendidikan pada tingak sekolah dasar untuk anak yatim piatu serta yang kurang mampu.

Melalui kemudahan akses pendidikan, kolaborasi ini menjadi komitmen bersama dari 3 startup yang telah membentuk suatu aliansi ekosistem digital terbesar di Indonesia untuk menciptakan dampak positif pada bidang pendidikan untuk bangsa Indonesia.

Ovo, Grab Dan Tokopedia Sumbang Rp 11,5 Miliar Untuk Pendidikan Anak Yatim
Ovo, Grab Dan Tokopedia Sumbang Rp 11,5 Miliar Untuk Pendidikan Anak Yatim

“Program ini menegaskan besarnya semangat berbagi dari Ovo, Grab dan Tokopedia baik itu manajemen hingga para pengguna setia yang telah melakukan donasi melalui Patungan Untuk Berbagi. Selama bulan Ramadhan, antusiasme dari para pengguna sangatlah tinggi untuk menjadi bagian dari program yang dapat membantu anak-anak yatim di Indonesia untuk menggapai mimpi mereka,” kata Direktur Ovo, Setiawan Adhiputro.

Selain itu, donasi digital ini juga menegaskan bahwa peran teknologi akan sangat memudahkan dan mendekatkan para pengguna untuk mencapai tujuan yang baik.

“Sebagai bagian dari aliansi ekosistem digital terbesar di Indonesia, Ovo akan tetap berkomitmen untuk memberikan kemudahan bertransaksi secara non-tunai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat mulai dari pembayaran, donasi hingga berbagai layanan keuangan lainnya yang memiliki peran penting bagi para pengguna,” imbuhnya.

Vice President of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak menjelaskan bahwa teknologi telah memainkan peran yang sangat penting untuk menciptakan peluang yang memudahkan siapa saja untuk menggapai impian yang mereka miliki.

“Melalui progrma ini, kami menghidupkan kepercayaan ini. Kami yakin bahwa program ini akan membawa dampak yang sangat besar dan berkelanjutan untuk kehidupan anak-anak yatim piatu dan juga yang kurang mampu untuk menggapai impian mereka di bidang pendidikan. Kami percaya dapat membawa kami selangkah lebih maju untuk merealisasikan impian dari anak-anak tersebut,” tambahnya.

Donasi dari kampanye Patungan Untuk Berbagi ini akan disalurkan dalam bentuk paket perlengkapan sekolah dan juga beasiswa bagi anak yang berprestasi. Untuk mitra distribusi donasi, ketiga perusahaan tersebug menggandeng Rumah Yatium untuk memastikan bahwa dana yang dikumpulkan akan disalurkan tepat sasaran kepada anak-anak yatim yang terancam putus sekolah karena keterbatasan dana.

Rumah Yatim telah menyalurkan sekitar Rp 1,5 miliar kepada 4.000 anak yatim serta kurang mampu yang tersebar di 30 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia dalam bentuk paket beasiswa dan juga perlengkapan sekolah. Penyaluran bantuan ini akan terus dilakukan hingga mencapai target sekitar 30 ribu anak diberbagai daerah di Indonesia.

“Kami sangat pengapresiasi tujuan dari program yang digalang oleh Ovo, Grab dan Tokopedia untuk membantu anak-anak yatim serta kurang mampu dibidang pendidikan. Di Rumah Yatim ini, kami terus berupaya untuk dapat membantu anak-anak Indonesia yang membutuhkan bantuan untuk dapat mencapai impian yang mereka miliki,” ungkap Direktur Rumah Yatim, Nurgroho BW.

“Donasi ini akan menjadi amanah bagi kami yang harus kami tuaikan dan laksanakan sehingga nantinya anak-anak yatim tersebut dapat menjadi bagian dari generasi masa depan Indonesia yang kompeten dan juga terampil,” lanjutnya.

Sementara itu, Presiden Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata menjelaskan bahwa Grab sebagai anggota dari ketiga startup tersebut memiliki komitmen yang sama untuk dapat berpartisipasi memberikan manfaat untuk Indonesia melalui teknologi. Dirinya berharap progrma ini dapat menjadi upaya pihaknya untuk lebih dekat dengan masyarakat.

“Tentunya ini akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan untuk puluhan ribu anak-anak diseluruh negeri ini. Kami sangat antusias dalam menjalankan progrma ini karena sejalan dengan inisiatif #TechForGood yang diusung oleh Grab. Kami tentunya siap untuk menjadi bagian dalam membantu mencerdaskan anak-anak Indonesia walaupun Grab merupakan perusahaan yang berasal dari Singapura. Kami sangat berterima kasih kepada para pengguna yang telah berpartisipasi dan juga mempercayai Grab untuk donasi dalam program ini,” kata Kramadibrata.

Kepala Sekolah Dasar Di Bronx Dilaporkan Ke Dinas Pendidikan Karena Twit Mengenai Judi

Kepala Sekolah Dasar Di Bronx Dilaporkan Ke Dinas Pendidikan Karena Twit Mengenai Judi

Kepala sekolah yang satu ini sepertinya tengah berjudi dengan karir yang dimilikinya. Steven Schwartz yang merupakan kepala sekolah di P.S 24 yang merupakan sebuah sekolah dasar di Bronx, New York dilaporkan oleh staff sekolah beserta dengan para wali murid ke Departmen Pendidikan setelah Schwartz memposting ratusan twit mengenai judi pacuan kuda selama tahun ajaran sekolah.

“Dirinya mengatakan pada anggota komunitas sekolah bahwa ini tidak akan menjadi masalah dan akan baik-baik saja karena atasannya akan membelanya dan ibunya memiliki teman yang berada di posisi lebih tinggi,” tulis surat dikirim ke Departemen Pendidikan oleh wali murid dan para murid. Ibu Schwartz sendiri merupakan seorang kepala sekolah di Bronx yang sudah pensiun dan memiliki koneksi yang cukup luas di kalangan guru, kepala sekolah hingga para birokrat di Departemen Pendidikan.

Kepala Sekolah Dasar Di Bronx Dilaporkan Ke Dinas Pendidikan Karena Twit Mengenai Judi
Kepala Sekolah Dasar Di Bronx Dilaporkan Ke Dinas Pendidikan Karena Twit Mengenai Judi

Tahun lalu, Schwartz hampir saja di pecat setelah melakukan twit mengenai taruhan yang dia lakukan dan memberikan petunjuk mengenai handicap atau nilai pasaran kuda ketika jam sekolah. Setelah dilaporkan, dirinya menutup akun Twitter yang di milikinya tetapi penyakit lamanya kembali kambuh dengan melakukan hal yang sama semenjak musim gugur 2018.

“Jangan mengatakan ini kembali,” tulis dia di Twitter dengan akun @jailmovemaster pada 7 Oktober 2018. Dirinya melanjutkan menulis blog dan twit mengenai taruhan yang dia lakukan di situs judi online TheDailyGallop.net.

Dirinya telah mempositn ratusan twit mengenai balapan kuda yang dimana sering dia lakukan beberapa menit setelah atau sebelum lonceng sekolah berbunyi dan beberapa dilakukan ketika jam sekolah.

Pada 28 April ketika anak-anak murid dijadwalkan akan melakukan ujian matematika tahunan yang diadakan oleh negara bagian, Schwartz melakukan twit “Menyelesaikan Pekerjaan Malam Ini” yang mereferensikan postingan yang rencananya dia buat mengenai prediksi Kentucky Derby.

Seorang staff dari sekolah PS 24 mengatakan bahwa kebiasaan dari Schwartz telah menjadi bahan lelucon di sekolah.

Kepala Sekolah Dasar Di Bronx Dilaporkan Ke Dinas Pendidikan Karena Twit Mengenai Judi
Kepala Sekolah Dasar Di Bronx Dilaporkan Ke Dinas Pendidikan Karena Twit Mengenai Judi

“Beberapa murid terkadang menandai atau membuat lelucon mengenai Schwartz yang berjudi,” kata seorang staff di PS 24 yang tidak ingin namanya disebut dan dipublikasikan.

“Anak-anak melihat semuanya. Anda adalah contoh bagi mereka,” kata staff tersebut. “Oleh karena itu, para orang tua sangat marah dengan hal ini.”

Akan tetapi, sejauh ini Departemen Pendidikan masih memberikan kesempatan bagi Schwartz.

“Tuduhan ini adalah tuduhan yang telah diinvestigasi sebelumnya dan tidak ada perbuatan tercela yang ditemukan,” kata jurubicara Departemen Pendidikan Doug Cohen. “Kami mengharapkan bahwa terdapat tuduhan baru untuk dapat membuka investigasi terhadap kepala sekolah Schwartz.”

Schwartz saat ini telah menutup kembali akun Twitter nya pada 30 Mei setelah Departemen Pendidikan menyampaikan permintaan untuk menutup akun tersebut. Schwartz sendiri menolak untuk memberikan komentar apapun.

Mimpi Ridwan Kamil Memusatkan Pendidikan di Satu Lokasi

Gubernur Ridwan Kamil mengusulkan lokasi pendidikan milik pemerintah, mulai SD hingga SMA/SMK sederajat di Garut dan wilayah Jawa Barat lainnya, berada di satu titik lokasi.

“Sehingga lulus SMP tidak harus sibuk PPDB kemana-mana lagi, cukup dilanjutkan bagi yang ingin melanjutkan,” ujarnya, di hadapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, RI Muhadjir Effendy, di sela-sela Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan di Pendopo Kabupaten Garut.

Menurutnya, penting pengusulan lokasi pendidikan dalam satu lokasi, untuk memberikan banyak kemudahan bagi peserta didik, dalam melanjutkan ke jenjang berikutnya.

“Ini akan menghemat biaya dan akan meng-cover angka partisipasi pendidikan yang lebih tinggi,” ujarnya.Selain itu, strategi menyatukan sistem pendidikan dalam satu lokasi, diperlukan untuk mensiasati banyaknya penyusutan jumlah sekolah dan peserta didik di level SMP dan SMA/SMK.

Ia mencontohkan, dari 19 ribu SD se-Jawa Barat, hanya tingga 5 ribu SMP yang hertahan, bahkan saat memasuki jenjang SMA, hanya tinggal 1.500-an. “Jadi makin hari makin menyusut,” ujar Emil.

Namun di satu sisi, pemerintah dituntut terus meningkatkan pemerataan pendidikan. “Ada gagasan yang sedang kami eksperimenkan, mohon dukungannya juga,” ujarnya.

Emil berharap dengan adanya konsep itu, mampu memberikan solusi terhadap kemajuan dunia pendidikan, terlebih di tengah sulit dan mahalnya lahan untuk lembaga pendidikan.

“Sementara sekolah-sekolah swasta itu SD-nya di situ, bangunan SMP-nya di situ, SMA/SMK-nya di situ,” papar dia menerangkan.

Bahkan dalam penilannya, usulan pendidikan dalam satu lokasi, diklaim lebih memberikan banyak keuntungan, dibanding konsep zonasi yang dilakukan penerintah saat ini.

“Agak repot kalau sudah masuk ke SMA/SMK karena semakin sedikit dan semakin jauh,” ujarnya.Namun untuk mewujudkan rencana itu bukanlah perkara mudah, perbedaan kebijakan pendidikan SD dan SMP, yang berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten/kota, sementara jenjang SMA/SMK dalam kewenangan pemerintah daerah provinsi.

“Tapi ini urusan dunia, tidak sekaku itu dalam pandangan saya sebagai pemimpin di wilayah,” ujar Emil panggilan akrab Ridwan Kamil.

Mendikbud Muhadjir Effendy menyambut baik usulan pendidikan dalam satu lokasi. Menurutnya, sesuai Undang-Undang Nomor No. 23 tahun 2014, kewenangan pendidikan terbagi dalam beberapabbagian.

Untuk pemerintah pusat mengatur pendidikan tinggi, pemerintah provinsi untuk jenjang SMA/SMK atau sederajat, dan pemerintah daerah kabupaten/kota untuk jenjang SD dan SMP atau sederajat.

“Isinya sangat bagus sekali, luar biasa, visoner sekali, ” ujar dia memuji.

Menurut Muhadjir, pemerintah daerah mempunyai tanggung jawab dan keharusan untuk memajukan pendidikan di daerahnya masing-masing, sehingga terbosan Emil patut diapresiasi. “Semoga pendidikan povinsi Jawa Barat semakin maju, ” kata dia.

Acara Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan kemarin, menampilkan kreasi seni dan budaya khas Garut yang ditampilkan para siswa dan siswi dari berbagai sekolah se-Kabupaten Garut.

Inspirasi Kurnia Astuti, Guru SD Pegiat Gerobak Baca Bersama 3 Anaknya

Kurnia Astuti, seorang guru SDN 003 Tenggarong, Kalimantan Timur intensif berkeliling kompleks perumahannya untuk mengajak warga terutama anak-anak membaca buku. Buku-buku komik, novel, majalah dan lain-lain dibawa dengan gerobak dorong yang biasa digunakan untuk membawa galon air.

Ia tidak sendiri, tapi ditemani oleh tiga anaknya yang masih kecil-kecil. Bilqis yang masih kelas empat SD, Yasmin yang masih duduk di TK, dan adiknya Asifa yang masih usia tiga tahun.”Bersama anak-anak, saya dorong gerobak menawarkan pada siapa saja untuk membaca secara gratis, terutama anak-anak. Saya merasa terpanggil setelah melihat besarnya kecenderungan anak-anak di sini buang-buang waktu bermain gadget. Kadang-kadang bahkan anak saya ikut-ikutan tergoda. Saya ingin anak-anak di kompleks ini lebih mampu memanfaatkan waktunya dengan rajin membaca buku,” ujarnya.

Jadwal keliling kompleks menawarkan buku adalah tiap hari Jumat pukul 16.30-17.30 WIB. Mereka tidak hanya keliling kompleks perumahan mereka sendiri, tapi juga kompleks tetangga. Orang tua dan anak-anak pun menyambut gembira kegiatan Kurnia.

“Bahkan biasa orang tua memerintahkan anak-anaknya gabung membaca, daripada bermain gadget saja,” ujarnya.

Pada Mei ini, karena puasa, ia tidak keliling, tapi menyilahkan pembaca untuk datang langsung ke perpustakaan mini di rumahnya.

“Buku saya belum begitu banyak. Tapi saya nanti akan pasang banner rumah kaca di rumah saya. Saya mempersilahkan siapa saja menyumbang buku dan akan saya manfaatkan sebaik-baiknya untuk gerakan literasi,” ujar salah satu fasilitator Daerah Program PINTAR Tanoto Foundation ini.Namun yang patut diacungi jempol adalah keberanian dan semangatnya berserta keluarganya pada waktu pemilu kemarin tanggal 17 April 2019. Dibantu suaminya, Syamsul Efendi, ia membawa gerobak baca keliling tersebut ke tempat pemungutan suara (TPS) dan membuka lapak baca di situ.

“Saya amat prihatin dengan tingkat literasi di Indonesia. Jadi saya mencoba menggugah semua orang untuk tergerak mau membaca,” ia menceritakan motifnya.

Awalnya hampir tak ada orang yang menggubris lapaknya di TPS tersebut. Kebanyakan orang-orang asyik bermain gawai sambil menunggu waktu mencoblos. “Saya sampai tawarkan ke tempat duduk mereka. Saya katakan tidak dipungut biaya, tapi tetap tak ada yang menggubris,” kenangnya.

Orang-orang baru perhatikan lapak membaca tersebut, saat tiba-tiba pejabat provinsi dan kabupaten datang berkunjung ke TPS tersebut, di antaranya Kasi Perpustakaan Kabupaten Idmansyah dan Pejabat Dinas Kebudayaan Daerah.

Ternyata para pejabat tersebut tidak langsung menuju ke TPS, tapi ke lapak baca yang didirikan Kurnia. Melihat hal tersebut, orang-orang baru ikut-ikut mengapresiasi kegiatan Kurnia.

Menurutnya, karena kegiatan buka lapak baca di TPS tersebut, akhirnya ia cukup dikenal dan diminta untuk menjadi narasumber literasi di beberapa tempat.

“Melihat saya gigih membuka lapak pakai buku-buku pribadi di tempat umum, Kasi Perpustakan mengundang saya jadi narasumber kegiatan literasi di perpustakaan daerah dan juga mengisi kegiatan di Taman PINTAR. Saya juga akan mendapat hadiah tambahan buku dari Rumah Budaya Kutai,” ujarnya.